Tantangan 2023, Nestle Indonesia Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh

marketeers article
Tantangan 2023, Nestle Indonesia Masih Optimis Meski Akui Ada Kendala (FOTO: 123RF)

PT Nestle Indonesia, produsen makanan dan minuman (mamin) memperkirakan pada 2023 akan menjadi tahun yang menantang bagi perusahaan. Kendati begitu, perusahaan berkeyakinan bisnisnya di Indonesia akan tetap terus tumbuh dalam jangka panjang.

“Kami masih percaya di indonesia untuk long term investment, dan long term commitment. Indonesia pasti bergerak dalam trajektori yang benar. Kita optimis,” kata Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur Nestle Indonesia saat ditemui di kantor perusahaan, Jakarta, Kamis (22/12/2022).

BACA JUGA: Tegaskan Prinsip Sustainability, Ini Empat Fokus Utama Nestlé

Meski dalam jangka panjang perusahaan optimistis terhadap bisnisnya di Indonesia, dalam rentang waktu pendek, perusahaan mengatakan akan ada sejumlah kendala yang terjadi ke depan. Masalah Nestle Indonesia yang terbesar adalah biaya yang terus naik.

“Tapi dalam jangka waktu pendek, enam bulan ke depan, tantangan terbesar kami adalah cost bahan baku, cost komoditas, inflasi global yang kita terpaksa harus hadapi di indonesia. Ini menjadi tantangan yang paling besar bagi kami, bagaimana kami harus memberikan nilai yang sama, kualitas yang sama pada konsumen menghadapi tantangan cost ini,” ujarnya.

BACA JUGA: 5 Kebijakan Utama Nestle untuk Dukung Kesetaraan Gender

Nestle Indonesia juga mengatakan isu kenaikan biaya ini sudah terjadi pada 2022. Biaya yang melambung pada 2022 masih akan terus menanjak untuk tahun 2023. 

Dengan memperhitungkan biaya produksi dan kualitas yang harus dijaga, hal ini merupakan isu yang sedang coba diatasi oleh perusahaan.

“Kalau kita bandingkan cost di tahun 2022 dengan cost raw material ataupun packaging materials di tahun 2021, di tahun 2022 jauh lebih tinggi. Dan ini terjadi di seluruh dunia. Dan ini akan berlanjut ke tahun 2023,” katanya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS