Tekan Emisi, Bank Mandiri Serius Terapkan Digital Carbon Tracking

marketeers article
Ilustrasi platform Digital Carbon Tracking. (FOTO: Bank Mandiri)

Bank Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang concern terhadap aspek environment, social, and governance (ESG). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan platform Digital Carbon Tracking.

Adam Zahir, Vice President ESG Communication Bank Mandiri mengatakan, penerapan ini merupakan bentuk transparansi informasi atas emisi gas rumah kaca (GRK) dari operasional perusahaan. Lewat aksi ini, perusahaan pelat merah ini menjadi bank pertama yang menerapkan pelacakan jejak karbon di Indonesia melalui Digital Carbon Tracking.

Platform ini sekaligus menjadi inisiatif perusahaan dalam menargetkan net zero emissions (NZE) in operations pada tahun 2030 atau lebih cepat. “Dengan memonitor jejak karbon secara digital ini, kami juga turut menumbuhkan awareness untuk mengimplementasikan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan serta menentukan strategi kedepannya untuk memperkuat komitmen kami dalam menurunkan emisi operasional,” kata Adam Zahir dikutip dari website Bank Mandiri, Kamis (6/6/2024).

BACA JUGA: Bank Mandiri Membeli 3.000 Ton Karbon lewat Bursa Karbon Indonesia

Platform Digital Carbon Tracking sendiri hadir untuk memantau dan mencatat dengan cermat kinerja pengurangan emisi karbon di Bank Mandiri secara transparan. Pencatatan Ini berlaku untuk semua unit Bank Mandiri di tanah air, mulai dari tingkat pusat, regional, hingga cabang.

Platform ini bekerja dengan memantau tiga cakupan emisi. Cakupan pertama berkaitan dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Cakupan kedua berkaitan dengan pembelian listrik. Sedangkan, untuk cakupan ketiga merupakan cakupan aktivitas perjalanan dinas dari pegawai Bank Mandiri menggunakan pesawat.

Ketiga cakupan emisi ini telah disesuaikan dengan Greenhouse Gas (GHG) Protocol, standar akuntansi dan pelaporan emisi gas rumah kaca yang dikembangkan oleh World Resources Institute (WRI) bersama World Business Council of Sustainable Development (WBCSD).

BACA JUGA: Strategi Global J&T Express dalam Merealisasikan Prinsip ESG

Berdasarkan penghitungan Bank Mandiri selama lima tahun terakhir, jumlah emisi GRK secara keseluruhan mengalami penurunan, dari 358.753,56 tCO2e pada 2019 menjadi 295.713,18 tCO2e di 2023 atau turun sebesar 17,6%.

Usaha perusahaan untuk menurunkan emisi operasional juga terdapat pada penurunan intensitas emisi GRK karyawan, dari 9,18 tCO2e di 2019 turun ke 7,59 tCO2e pada 2023.

Penurunan ini tercapai berdasarkan inisiatif perusahaan untuk mencapai karbon netral, terutama dalam hal efisiensi energi. Misalnya, melalui penghematan bahan bakar minyak dan listrik, penggunaan electric vehicle, pemakaian lampu LED, pemasangan panel surya, dan lain-lain.

“Penghitungan platform ini sudah mengadopsi ISO 14064-3:2019 tentang kuantifikasi dan pelaporan emisi dan serapan gas rumah kaca. Informasinya bisa diakses dengan mudah oleh publik. Agar semua orang tetap terinformasi dengan kemajuan dan komitmen kami untuk masa depan yang lebih hijau,” ujarnya.

Related

award
SPSAwArDS