Tekan Impor Energi, MIND ID Kebut Pengembangan Baterai Terintegrasi

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
20 September 2022
marketeers article
Tekan Impor Energi, MIND ID Kebut Pengembangan Baterai Terintegrasi. (FOTO: Dok MIND ID)
MIND ID, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding industri pertambangan mendukung rencana pemerintah untuk menciptakan ekosistem energi baru terbarukan (EBT). Hal itu dilakukan melalui kerja sama dan sinergi antar-BUMN dalam program pengembangan kendaraan listrik dan baterai terintegrasi.
Danny Amrul Ichdan, Direktur Hubungan Kelembagaan MIND mengatakan Indonesia Battery Corporation (IBC) menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan energi bersih pada sektor baterai kendaraan listrik. 
“Selain itu juga memperkuat kemandirian kita, artinya mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mampu mengurangi emisi karbon serta subsidi dari bahan bakar,” kata Danny dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/9/2022). 
Selama dua tahun terakhir, tren pasar terhadap kebutuhan baterai kendaraan listrik global mengalami peningkatan. Pada 2035, kebutuhan baterai kendaraan listrik dunia diproyeksikan mencapai 5.300 GWh yang didominasi oleh kebutuhan kendaraan listrik terkhusus roda empat. 
Sementara itu, di Indonesia pada tahun yang sama, permintaan baterai kendaraan listrik diprediksi mencapai 59 GWh dan didominasi dari sektor transportasi. IBC merupakan entitas bisnis yang dibentuk oleh sejumlah BUMN energi. 
Kini, IBC telah menyusun peta jalan dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia mulai dari pembuatan prototipe baterai untuk motor listrik, konsep energy storage system, penyiapan fasilitas pengolahan nikel dan bahan baku baterai, ekspansi kapasitas produksi, hingga penguasaan teknologi baterai yang akan dicapai pada tahun 2030. 
Danny menuturkan seluruh kebutuhan bahan baku untuk komponen baterai kendaraan listrik, seperti graphite, lithium hydroxide, cobalt sulphate, dan mangan sulphate masih sangat didominasi dari impor. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan pasokan bahan baku nikel sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik dan sebanyak 80% disediakan oleh PT Antam Tbk. 
“Dengan kondisi ini IBC ditargetkan bisa menjadi market leader di Asia Tenggara sebagai penyedia baterai kendaraan listrik,” ucap Danny.
Saat ini, pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia telah terdaftar sebagai proyek strategis nasional. Dalam upaya mempercepat realisasi itu, maka diperlukan konsorsium dengan LG Energy Solution (LGES) dan dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL).
Area penelitian dan pengembangan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan penguasaan teknologi baterai kendaraan listrik. IBC menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta beberapa Lembaga Pendidikan Tinggi dan Universitas, seperti ITB, UI, UNS, dan National Battery Research Institute.
Selain itu penting juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam industri baterai kendaraan listrik melalui beragam pelatihan dan lokakarya. 
“MIND ID Mendukung penuh program pemerintah dalam membentuk ekosistem baterai kendaraan listrik yang saat ini telah menjadi salah satu program strategi nasional. Perlu dukungan dan sinergi untuk mempercepat realisasinya, salah satunya dalam bentuk kebijakan insentif dan kemudahan bagi ekosistem kendaraan listrik,“ tutur Danny.

Related