Teknologi Blockchain Tengah Naik Daun, Apa Manfaatnya di Indonesia?

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
10 Januari 2022
marketeers article
Blockchain technology concept, business man in suit selecting network interface.
Teknologi sistem penyimpanan data digital atau yang lebih dikenal dengan blockchain saat ini pamornya tengah naik daun. Selain dibicarakan oleh banyak pengusaha dan pejabat baik kelas nasional maupun dunia, blockchain juga menjadi salah satu topik yang sering dibahas pada media massa. Lalu, apa manfaatnya teknologi tersebut jika diadopsi di Indonesia?
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, Blockchain menjadi salah satu teknologi yang memiliki pemanfaatan yang luas. Namun, ia masih dipandang hanya berkaitan dengan cryptocurrency. Padahal, ada banyak potensi yang bisa dimaksimalkan dari teknologi Blockchain.
Sosok yang karib disapa Manda mengungkapkan, dalam riset 2021 Indonesia Crypto Asset Report yang dilakukan Coin Folks, ada empat potensi Blockchain di Indonesia. Penerapan teknologi itu biasanya diaplikasikan pada sektor keuangan, namun beberapa penelitian saat ini berfokus pada pengaplikasian blockchain pada sektor industri lainnya. Berikut potensi pemanfaatan blockchain di Tanah Air.
Blockchain untuk Sistem Voting Pemilu
Teknologi blockchain kian relevan dipertimbangkan sebagai alternatif untuk menyimpan dan mengamankan data pemilih. Bukan tidak mungkin, implementasi pemilu 2024 dapat mengimplementasi blockchain sebagai sistem pemilihannya. Sebagai contoh Voatz, adalah salah satu perusahaan yang mengimplementasikan pemilu berbasis blockchain di Denver, Colorado, pada 2019. Dengan teknologi ini, sistem pemilihan dapat lebih mudah diaudit, tidak terbantahkan, terbuka, serta transparan karena semua tercatat dalam jaringan.
NFT untuk Sertifikat Tanah
Pada dasarnya blockchain dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sistem yang efisien untuk mencatat transaksi keuangan. Tujuannya untuk menjaga catatan mengenai transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Blockchain bisa menjadikan non fungible token (NFT) bukan sekedar seni, namun lebih kepada bukti kepemilikan terhadap suatu aset virtual yang tercatat secara immutable dalam jaringan blockchain. Permasalahan surat tanah, dapat terselesaikan jika semua tercatat dalam jaringan tersebut serta seluruh dokumen tercatat sebagai NFT.
Marketplace NFT Lokal
Beberapa projek NFT lokal sudah bisa mencuri perhatian masyarakat global. Namun sayangnya, belum ada marketplace yang bisa merajai industri NFT layaknya e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan lainnya. Suatu peluang yang sangat besar jika terdapat satu marketplace yang bisa memperluas karya-karya NFT anak bangsa.
“Di Indonesia, aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Meski begitu, dilihat dari pasar semakin mature, dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan salah satunya TokoMall by Tokocrypto,” kata Manda.
Privasi Data lewat Web 3.0
Perkembangan Web 3.0 memungkinkan privasi data bisa terjaga. Beberapa platform Web 3.0 tidak membutuhkan data privasi seperti email, nomor telepon, atau bahkan foto selfie dengan kartu tanda penduduk (KTP) untuk registrasi. Sehingga, potensi pencurian dan penyalahgunaan data bisa diminimalisasi.
Teknologi Blockchain pada Industri Kesehatan
Blockchain cocok untuk bidang kesehatan, karena banyak data yang dihasilkan pada sektor ini karena bersifat berkesinambungan. Blockchain bisa diimplementasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyimpan data riwayat kesehatan pasien, melakukan transfer data dengan aman, mengatur supply chain peralatan medis serta obat-obatan, dan membantu para peneliti dalam mengolah kode genetik. Hal-hal ini sangat diperlukan agar bisa secara cepat mengantisipasi dan menangani dampak buruk akibat pandemi COVID-19.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related