Tertinggi di ASEAN, Nilai Ekonomi Digital RI Bisa Tembus Rp 1.773 Triliun

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
11 November 2021
marketeers article
Digital transformation, disruption, innovation. Business and modern technology concept.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis ekonomi digital di Indonesia dalam empat tahun ke depan atau tepatnya pada tahun 2025 akan mampu mencapai US$ 124 miliar atau setara dengan Rp 1.773 triliun (kurs Rp 14.299 per US$). Pasalnya, pandemi COVID-19 mempercepat pertumbuhan dan transaksi ekonomi digital di Tanah Air.

Airlangga bilang, sejak pandemi merebak di berbagai penjuru dunia ekonomi digital telah menjadi satu kekuatan ekonomi baru. Indonesia adalah negara dengan perkembangan ekonomi digital tertinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

“Sejak pandemi digitalisasi terus berkembang, termasuk internet banking, uang elektronik, payment system. Optimalisasi pembayaran ini meningkatkan kontribusi ekonomi digital terutama di sektor keuangan inklusi. Nilai ini pada tahun 2025 diharapkan menjangkau US$ 124 miliar,” ujar Airlangga pada pembukaan Bulan Fintech Nasional (BNF) 2021 dan Grand Launching Cekfintech.id secara virtual, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, untuk wilayah ASEAN, Indonesia menempati urutan pertama dalam mengakselerasi ekonomi digital dengan pertumbuhan sebesar 11%. Selain itu, Indonesia memiliki pasar terbesar dengan porsi 44% di kawasan.

“Pandemi COVID-19 menyebabkan masyarakat mengalami perubahaan perilaku dari analog menjadi digital, dan ekonomi digital menjadi kekuatan baru. Apalagi kita menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan pertumbuhan 11%,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ini tak lepas dari penetrasi internet yang berlangsung di dalam negeri yang mencapai 78,6%. Penetrasi internet ini pun didukung oleh besaran penduduk di Tanah Air.

Adapun penetrasi internet ini jika didukung dengan pembangunan infrastruktur seperti jaringan internet 5G, pengembangan internet of things (IoT) dan blockchain, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan semakin meningkatkan ekosistem digital di dalam negeri.

“Pengembangan ekosistem digital diharapkan bisa membuat berbagai terobosan dan inovasi agar mampu mengakses seluruh sektor keuangan, perekonomian, dan seluruh sektor yang digeluti masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Sigit Kurniawan

Related