Property

Tiga Alasan Millenial Perlu Beli Hunian Saat Pandemi

www.123rf.com

Saat ini, generasi millenial menjadi pasar utama dari industri properti. Hanya saja, dalam berbagai survei, generasi ini cenderung menomorduakan kebutuhan tempat tinggal. Lebih memilih memenuhi kebutuhan lain yang lebih bersifat sekunder, bahkan tersier.

Namun begitu, seiiring dengan meningkatnya usia dan karena sudah berkeluarga, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal mulai menjadi perhatian utama. Sehingga, generasi ini mulai berbondong-bondong mencari hunian.

Sampai akhirnya, mereka menemukan kenyataan bahwa mencari hunian yang ideal itu tidak gampang. Permasalahan awal biasanya adalah banyaknya pilihan yang terkadang mempersulit dalam mengambil keputusan.

“Kita harus tahu dulu kriteria properti idaman yang sesuai. Jangan sampai kita masuk pada kondisi paradox of choice atau bisa juga mengalami decision heatic karena terlalu banyak pertimbangan, kemampuan mengambil keputusannya justru tidak bagus,” kata Shinta Yanirma Head of Strategic Transformation Pinhome di acara Jakarta Marketing Week (JMW) 2021, hari ini (13/06/2021).

Lalu, apakah tepat membeli properti saat pandemi? Menurut Shinta ada tiga alasan pandemi adalah waktu tepat beli properti. Pertama, ada penurunan permintaan yang membuat pengembang menurunkan harga properti. Kedua, suku bunga KPR sedang dalam posisi rendah. Ketiga, pengembang banyak mengeluarkan promo menarik untuk menarik pembelian.

Ia menambahkan, kebanyakan pembelian properti dilakukan secara kredit yang tenornya bisa mencapai 20 tahun. Sehingga, Shinta menyarankan jangan impulsif untuk dampak jangka panjang.

Untuk itu perlu menggunakan cara berpikir 5W + 1H. Dimulai dengan mengapa harus beli properti? Apa jenis hunian yang cocok, apartemen atau rumah? Kapan harus beli rumah? Di mana lokasi yang cocok? Lalu, bagaimana cara membelinya? “Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa didapat dengan aktif melakukan riset,” katanya.

Selanjutnya, pertanyaan yang sering muncul adalah berapa nilai properti yang harus kita beli. Ada sebuah rumusan yang menyebutkan bahwa harga properti sebaiknya tidak melebihi lima kali dari penghasilan tahunan dan dengan catatan saat tidak memiliki kredit atau hutang jangka panjang lain.

“Tentunya, pertimbangan tentang fasilitas hunian hingga akses ke fasilitas umum juga wajib dimasukkan,” pungkasnya.

MARKETEERS X








To Top