Finance

Tiga Cara Meningkatkan Skor Kredit Anda Sebagai Pengusaha

Ilustrasi: 123RF

Mengajukan permohonan pinjaman banyak dilakukan oleh para pengusaha sebagai upaya pengembangan bisnis. Di sisi lain, ada kekhawatiran umum di antara para pengusaha agar mendapatkan persetujuan pinjaman. Salah satu faktor kunci untuk mendapatkan persetujuan atas pinjaman yang dibutuhkan adalah memiliki skor kredit yang baik.

Di sisi lain, menjaga riwayat kredit yang baik dan mengatur keuangan mungkin tidak prioritas para pengusaha dalam mengembangkan bisnis mereka. Padahal, hal tersebut bisa memudahkan misi mereka ketika mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan lainnya.

Kabar baiknya, skor kredit dapat diperkuat dari waktu ke waktu dengan menerapkan beberapa strategi. Berikut ini cara membangun dan mempertahankan kredit yang baik, yang dikutip dari Forbes:

Prioritaskan Kredit Pribadi Anda

Jika Anda baru memulai, Anda bisa membangun skor kredit pribadi Anda. Beberapa orang enggan membuka kartu kredit untuk menghindari utang. Di sisi lain, jalur kredit yang terpelihara dengan baik adalah kunci untuk mendapatkan pinjaman yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda.

Gambarkan dengan Jelas Pengeluaran Bisnis dan Pribadi

Jika Anda sudah memulai perjalanan wirausaha, pastikan keuangan bisnis tetap terpisah dari keuangan pribadi. Di sini, Anda harus membuat batasan yang jelas dan tetap jujur. Harapannya, keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

Selain itu, pastikan bisnis Anda terdaftar sebagai badan usaha, yang pada akhirnya akan membantu pertumbuhan bisnis Anda, terutama saat musim pajak tiba. Di sisi lain, memiliki akun kredit bisnis terpisah akan membantu Anda membangun kredit jangka panjang atas nama perusahaan.

Dengan cara yang sama, Anda harus membuat rekening bank terpisah untuk keperluan bisnis dan membuka kartu kredit lain di bawah bisnis itu juga. Hal ini dapat membantu dalam melacak pengeluaran dan laporan keuangan pribadi saat menghitung pajak dan elemen keuangan lainnya.

Ikuti Aturan 30%

Pertahankan penggunaan kredit Anda di bawah 30%. Artinya, berapa pun batas kredit, hanya belanjakan 30% atau kurang untuk setiap kartu. Jika plafon kredit Anda Rp 1 juta, Anda harus berusaha untuk menjaga pengeluaran Anda tidak lebih dari Rp 300.000 sebulan.

Pastikan juga Anda membayar semuanya tepat waktu. Jika Anda khawatir lupa membayar, manfaatkan fitur pembayaran otomatis (autodebet) untuk memastikan pembayaran minimum dibayarkan tepat waktu setiap bulan. Setelah melakukan semua hal ini, tidak ada salahnya untuk memantau skor kredit yang Anda miliki.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

MARKETEERS X








To Top