Tiga Kunci Menghadapi Ekonomi Sulit

profile photo reporter Marketeers Editor
MarketeersEditor
15 September 2015
marketeers article
Guncangan ekonomi yang saat ini terjadi membuat semua negara gerah. Bagaimana tidak, krisis ekonomi ini memberikan dampak yang negatif terhadap pelemahan ekonomi suatu negara, perlambatan laju industri, dan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Semua negara berusaha sesegera mungkin untuk keluar dari permasalahan pelik ini.
Founder & CEO MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya mengatakan, beberapa waktu lalu, sejumlah negara yang tergabung dalam kelompok G20 berkumpul di Instanbul, Turki untuk membicarakan situasi ekonomi yang sedang dialami. Mereka semua marah dengan Amerika Serikat.
“Mereka menilai Amerika sedang mempermainkan ekonomi dunia. Tidak hanya itu, The Fed dikabarkan akan menaikkan suku bunga. Tapi nyatanya keputusan itu belum juga dilakukan. Mereka ingin agar The Fed tidak menunda-nunda, jika suku bunga naik, maka naikkan saja agar ada kepastian,” kata Hermawan Kartajaya BUMN Marketeers Club ke-39 di Kantor PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Hermawan menekankan, meskipun ekonomi dunia sedang melambat, ada tiga hal yang perlu dilakukan perusahaan untuk tetap bertahan. Ketiga hal tersebut, yakni entrepreneurship, kreativitas, dan produktivitas. Jika tidak menerapkan entrepreneurship, kita tidak akan bisa bersaing. Dengan entrepreneurship, misalnya, Garuda Indonesia membuktikan perusahaan penerbangan ini bisa bertumbuh sebesar 8%. Begitupun dengan Citilink yang berhasil mengalami pertumbuhan 33%, meski industri penerbangan secara keseluruhan mengalami penurunan. 
Selain itu, perusahaan harus memiliki kreativitas. Kreativitas menghasilkan ide baru meskipun bukan sebuah inovasi. Lalu, perusahaan pun perlu produktivitas. “Dengan produktivitas, perusahaan bisa mendapatkan revenue yang meningkat, tentunya dengan sumber daya yang sama. Setidaknya, kalau perusahaan tidak kreatif, mereka harus produktif,” pungkas Hermawan.
Editor: Sigit Kurniawan

Related