Transportation & Logistic

Tiga Tips COD Aman Al Ninja Xpress: Pembeli Cerdas, Kurir Tenang

Sumber: Ninja Xpress

Media sosial sedang ramai dengan sejumlah postingan yang beredar di berbagai platform. Postingan tersebut memperlihatkan bagaimana pelanggan yang menggunakan layanan COD (cash on delivery) menyalahkan kurir terkait kesalahan pesanan. Artinya, di tengah kebiasaan belanja daring yang sedang tren, pengetahuan pelanggan dengan layanan belanja daring masih rendah.

Perusahaan logistik Ninja Xpress menyoroti kondisi ini. Sistem COD memang memudahkan pelanggan dalam berbelanja daring. Namun, tidak berarti jaminan paket yang diantarkan menjadi beban kurir.

Apalagi, data Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Statistik e-Commerce 2020 mengatakan ada 73,04% pelanggan belanja daring yang memanfaatkan fitur ini. Menunjukkan bahwa sebagian besar pelanggan belanja daring lebih suka melakukan pembayaran langsung.

“Pelanggan harus memahami layanan ini sebelum menggunakan agar mereka bisa lebih cerdas bertransaksi. Pelanggan harus memahami sejauh apa peran kurir dalam menjalankan tugas menganterkan paket COD dan bagaimana COD yang ideal terjadi,” kata Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer Ninja Xpress. Berikut adalah tiga cara untuk melakukan COD yang ideal.

Pahami peran pembeli, penjual, dan kurir dalam COD

COD adalah metode pembayaran di tempat. Artinya, saat barang sampai, pembeli baru membayar sesuai tagihan yang tertera di dalam struk.Pembeli memiliki peran sebagai pembeli, yaitu harus membayar barang tepat saat barang sampai kepada kurir.

Pembeli tidak bisa membuka paket terlebih dulu baru membayar. Sementara peran kurir di sini hanyalah untuk mengantarkan, tidak bertanggung jawab atas kesalahan pemesanan. Setelah menerima uang dari pembeli, kurir akan mengantarkannya kembali ke penjual dan transaksi selesai.

Perjelas kesepakatan antara pembeli dan penjual

Sebelum menggunakan fitur ini, pembeli harus memahami kesepakatan transaksi. Pastikan membaca terms and condition untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menggunakan fitur ini.

“Banyak pembeli yang tidak memahami aturan COD seperti syarat pengembalian barang apabila pesanan tidak sesuai setelah diterima. Kurir kerap menjadi korban kesalahpahaman hal ini. Untuk itu, pembeli harus benar-benar membaca TnC sehingga tidak membebani satu pihak,” tambah Andi.

Lakukan pengembalian barang dengan benar

Meskipun melakukan pembayaran setelah barang diterima, namun perlu dipahami bahwa apa yang ada di dalam paket adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli. Sekali lagi, kurir tidak memiliki keterlibatan apapun kecuali mengantarkan barang dengan selamat.

Jadi, jika ada kesalahan pesanan, pembeli bisa membaca kembali cara melakukan pengembalian atau menanyakan langsung prosedur pengembalian kepada penjual. Namun, perlu dicatat bahwa kurir harus tetap dibayar sebelum paket dibuka.

“Pemahaman fitur COD bisa dilihat di aplikasi e-commerce maupun syarat dan ketentuan yang ada saat memilih cara transaksi. Selain itu, pelanggan juga bisa memastikan layanan COD aman dengan melihat kredibilitas toko dan layanan pengantaran,” tutup Andi.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top