Digital

Tiga Tren Email Marketing Tahun 2022 yang Wajib Diketahui

Email Marketing
Email Marketing (Ilustrasi: 123RF)

Email masih menjadi platform yang populer digunakan sebagai alat komunikasi dan bertukar informasi. Dengan popularitasnya yang tinggi, banyak para marketeer dan pebisnis yang memanfaatkan email sebagai salah satu tools pemasaran. Dikenal dengan istilah email marketing, strategi pemasaran ini memanfaatkan surat elektronik atau email berisi konten atau pesan komersial yang dikirimkan kepada pelanggan. 

Tujuannya pun beragam, mulai dari untuk mempromosikan produk, menjaga koneksi, dan retensi konsumen. Email marketing merupakan salah satu cara terbaik untuk menghubungi dan menggaet minat pelanggan.

Email marketing menjadi salah satu tren digital marketing yang terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan, pada tahun 2021 lalu email marketing mengalami banyak perkembangan yang tidak terduga. 

Pada tahun 2022, para pebisnis harus mempersiapkan diri dan melihat perubahan dalam industri agar paham dan mampu mengikuti tren email marketing ini. Dengan beradaptasi pada perubahan yang terjadi, tren ini dapat menjadi dorongan besar untuk strategi pemasaran bisnis Anda. Melansir dari Entrepreneurs, berikut ini adalah tiga tren dalam memanfaatkan email marketing yang dapat membantu bisnis Anda tahun ini.

Harus Semakin Relevan

Di sebagian besar wilayah, lockdown menyebabkan penurunan kebiasaan belanja offline pada masyarakat. McKinsey & Company menemukan bahwa 75% orang telah mencoba metode berbelanja yang baru hingga terjadi peralihan pola belanja sebagai akibat dari pembatasan aktivitas. Saat ini, masyarakat cenderung melakukan belanja secara online. 

Perubahan pola belanja ini berpengaruh pada inovasi digital marketing yang menyebabkan terjadinya lonjakan tinggi dalam penggunaan email marketing. Hasil survei menunjukan bahwa sejak tahun 2017 jumlah email secara keseluruhan (dikirim dan diterima) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diproyeksikan, pada tahun 2022 jumlah email yang akan dikirim setiap harinya diperkirakan mencapai 333,2 miliar pesan.

Untuk para pebisnis dan marketer yang ingin memaksimalkan strategi pemasaran menggunakan email marketing, data ini bisa menjadi sinyal bahwa Anda memiliki banyak pesaing di kotak masuk konsumen nanti. 

Jadi, apa yang dapat dilakukan untuk membuat email Anda menonjol? Sederhana, buatlah email yang ingin dibuka oleh orang yang menerimanya. Rancang konten atau isi email yang relevan dengan konsumen dan memiliki nilai nyata. Dengan begitu, konsumen akan lebih tertarik untuk membuka email marketing Anda.

Lebih dari sekadar Open Rate

Open rate ​​pada email marketing merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk keberhasilan dari sebuah strategi email marketing. Alat ukur ini membantu marketer untuk memahami aspek dari strategi email marketing perusahaan dalam melakukan improvisasi. Apakah memerlukan adanya perbaikan atau tidak. Namun, sejak september 2021 Apple memberlakukan Apple’s Mail Privacy Protection (MPP) yang menghentikan pengirim untuk melacak informasi email open rate

Chad S.White, Kepala Riset di Oracle Marketing Consulting mengatakan bahwa pemberlakuan ini ​​dapat menyebabkan marketeer mendapatkan laporan semu. Matriks yang dihimpun seolah-olah menunjukan nilai open rate yang tinggi, padahal kenyataannya bisa sebaliknya.

Jadi, open rate tidak dapat menjadi acuan akhir keberhasilan email marketing. Bukan berarti metrik yang dihasilkan open rate tidak berguna, hanya saja kurang dapat diandalkan. 

Kunci utama dalam melakukan strategi ini adalah dengan lebih sering melakukan komunikasi langsung ke konsumen. Buanglah pola pikir bahwa email marketing adalah bentuk pemasaran satu arah.

Ciptakan engagement dengan konsumen dengan membalas pesan dan menjalin interaksi dengan mengirimkan konten interaktif kepada konsumen. Interaktivitas yang meningkat memungkinkan konsumen untuk lebih tertarik dengan produk Anda.

Data yang Cepat Kedaluwarsa

Pada tahun 2020 dan tahun 2021, perputaran email list berputar dengan lebih cepat. Misalnya, di ZeroBounce, ditemukan bahwa lebih dari 30% basis data email telah usang dalam jangka waktu satu tahun terakhir, sehingga alamat email yang usang harus dihapus dari list.

Di sini, terjadi percepatan yang cukup signifikan dalam ‘pembusukan’ data. Agar email marketing tepat sasaran dan tidak mendarat di folder spam penerima, lakukanlah pembersihan email list secara berkala. Terus pantau basis data yang Anda miliki dan hapus alamat email yang sudah usang menggunakan verifikasi email. Jika Anda memiliki list yang dinamis dan memiliki banyak pendaftar, Anda mungkin harus melakukan validasi secara berkala setiap bulan.

Dari tiga tren ini, kita bisa belajar untuk merancang ulang strategi email marketing yang mungkiin sudah cukup lama tidak diperbarui. Hal ini penting diperhatikan, jangan sampai investasi Anda tidak berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

The Latest

To Top