Tiga Tren Utama Pendorong Industri BPO Indonesia Tahun 2022

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
18 Januari 2022
marketeers article
Memasuki tahun 2022, Indonesia masih menjadi pasar yang sangat penting dan potensial bagi industri Business Process Outsourcing (BPO). Hal ini seiring dengan meningkatnya upaya banyak pelaku industri BPO untuk mengadopsi teknologi baru dan meninggalkan cara-cara tradisional guna merevolusi proses bisnis mereka. Tren ini pun dilihat oleh VADS Indonesia sebagai penyedia layanan BPO dan pengelolaan teknologi informasi komunikasi (TIK).
“Kami belajar banyak dari pengalaman selama pandemi, yang telah mendorong kami untuk semakin inovatif dalam menyediakan solusi dan model bisnis terbaik bagi para mitra,” ujar Saravanan Belusami, CEO VADS Indonesia.
Upaya ini pun cukup membuahkan hasil. Di dalam laporannya, perusahaan mengumumkan perolehan total pendapatan sebesar Rp 63 miliar sepanjang tahun 2021.
Untuk tahun ini, perusahaan melihat ada tiga tren utama yang diprediksi akan mendorong pertumbuhan industri BPO di Indonesia tahun 2022. Berikut tiga tren utama pendorong industry BPO tahun 2022:

Transformasi digital tetap menjadi fokus utama

Transformasi digital masih akan menjadi fokus utama banyak perusahaan pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan masih berjalannya proses adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi yang melanda dunia. Di banyak sektor, teknologi tidak hanya telah menggeser kanal-kanal tradisional ke digital, tapi juga mengurangi jumlah pekerjaan tradisional.
VADS Indonesia menjawab hal ini dengan sukses meningkatkan produktivitas perusahaan setelah menerapkan transformasi digital secara internal. Lewat transformasi digital, perusahaan memperpendek proses dan memperbaiki pemrosesan data menggunakan aplikasi hybrid cloud. Upaya ini memungkinkan VADS mempertahankan kualitas dan ketersediaan layanan dalam mengelola bisnis dan operasional selama pandemi.

Inovasi dan nilai manfaat layanan akan menjadi pembeda utama

Pemain baru akan terus memasuki pasar dan melahirkan kompetisi yang kian memanas. Diprediksi, persaingan akan terjadi dalam hal keragaman solusi dan harga yang ditawarkan. Inovasi dan nilai manfaat layanan akan menjadi hal utama yang membedakan penyedia jasa BPO satu dengan lainnya.
Untuk semakin memperkuat posisinya di pasar, VADS Indonesia membangun budaya inovasi di internal dan menjadikan pengalaman dan masukan pelanggan sebagai acuan utama dalam merancang solusi.
Perusahaan juga aktif terlibat di berbagai program komunitas BPO serta berpartisipasi di seminar, lokakarya dan kompetisi BPO baik lokal maupun internasional. Upaya ini dilakukan untuk mengukur tingkat kinerja teknologi, metodologi, dan tata kelola perusahaan yang baik, serta mengikuti tren terkini dan di masa depan.

Potensi e-Commerce dan layanan keuangan

Melihat performa bisnis tahun lalu, industri e-commerce dan layanan finansial diprediksi akan terus tumbuh secara positif dan membukukan pendapatan yang stabil tahun ini. Oleh karena itu keduanya diprediksi akan menjadi sektor paling potensial bagi penyedia layanan BPO.
Untuk membantu memperluas pasar, VADS Indonesia berupaya memperkuat solusi di luar BPO dengan menawarkan berbagai layanan ICT seperti Cloud, Security, Analytics, Otomatisasi, Service Desk as a Service, dan Helpdesk as a Service untuk mengikuti tren industri yang terus berkembang dan mendukung kebutuhan klien
“Memahami tiga tren utama ini, kami akan terus berkomitmen untuk memperkuat posisi kami di industry. Kami juga ingin menjadi one-stop center dalam menyediakan layanan dan solusi terbaik yang berpusat pada pelanggan untuk BPO maupun di luar BPO di Indonesia,” imbuh Saravanan.

Related