Tingkat Solvabilitas Sektor Eksternal Indonesia Melemah

marketeers article

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, tingkat solvabilitas (kemampuan melunasi kewajiban dengan menggunakan aset yang dimiliki) Indonesia untuk sektor eksternal kuartal IV 2014 melemah. Hal ini terindikasi dari penurunan kemampuan pendapatan valas dari transaksi berjalan untuk membayar utang luar negeri.

Data yang dirilis BI, Selasa (31/3/2015), menunjukkan pendapatan valas pada kuartal IV 2014 melemah dari kuartal sebelumnya sementara Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) justru meningkat. Meski begitu, peningkatan KFLN diakui BI dibarengi dengan perbaikan struktur pembiayaan. Rasio aliran modal asing dalam bentuk nonutang terhadap PDB semakin meningkat. Selain itu, sumber pembiayaan jangka panjang (rasio net kewajiban investasi langsung terhadap PDB) juga terlihat masih baik.

Soal likuiditas, pada akhir Desember 2014 cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$ 111,9 miliar, naik 0,6% (US$ 0,7 miliar) dari kuartal III 2014. Kenaikan ini didorong surplus NPI (neraca perdagangan Indonesia) kuartal IV 2014 yang mencapai US$ 2,4 miliar. Dua sumber utamanya adalah ekspor migas pemerintah dan kenaikan simpanan deposito valuta asing di bank-bank Indonesia yang lebih tinggi dari pengeluaran pembayaran utang luar negeri.

Untuk mengetahui ketahanan perekonomian Indonesia terhadap faktor eksternal, berikut adalah rasio solvabilitas dan likuiditas Indonesia hingga kuartal IV 2014.

Sumber: Laporan Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan IV-2014

Related

award
SPSAwArDS