Tips Jaga Kesehatan Mental ala Maybelline New York

marketeers article
Sumber: 123RF

Maybelline New York bersama JAKPAT melakukan riset mengenai kesehatan mental Gen Z. Berdasarkan riset tersebut, sebagian dari Gen Z berusia 18-25 tahun di Indonesia pernah mengalami gejala isu kesehatan mental. 

Namun, hanya 15% yang memilih pergi ke psikolog untuk membantu menanganinya. Memahami kondisi tersebut, Maybelline New York berkomitmen melalui Brave Together di Indonesia untuk mendukung isu kesehatan mental. 

BACA JUGA: Maybelline Hadirkan 4 Karakter Free Fire di Superstay Matte Ink

Terdapat dua metode, yakni edukasi dan akses konseling gratis bagi yang membutuhkan.

“Sejalan dengan misi kami untuk mendorong kepercayaan diri, kebebasan berekspresi, serta membuat perubahan di dunia, kami percaya bahwa isu kesehatan mental sangat dekat dan relevan bagi masyarakat. Sayangnya, seringkali masih menjadi sigma bagi sebagian kelompok,” kata Carla Mangindaan, Brand General Manager Maybelline Indonesia.

BACA JUGA: Maybelline Catat Rekor Penjualan Per Detik untuk Lip Product Viral

Melalui Brave Together, Maybelline New York merayakan Hari Kesehatan Mental Dunia dengan menghadirkan acara edukasi bersama para partner, yaitu Rahasia Gadis dan KALM, dan didukung oleh UI Sehat Mental. Rangkaian kegiatan talkshow dan booth interaktif dihadirkan dengan mengangkat tema yang sangat dekat dengan anak muda, yaitu “Ready for my 20s”.

Carla berharap kehadiran topik yang diangkat Maybelline New York di Indonesia ini dapat membantu para Gen Z memasuki fase kehidupan yang baru serta menjawab tantangan di fase peralihan dari remaja menjadi dewasa, yang tentunya memerlukan keberanian dan kesiapan mental.

“Yang terpenting adalah, mereka perlu percaya bahwa mereka tidak sendirian menghadapinya. Kami harap, semakin banyak orang berani untuk berbagi tentang masalahnya, dan mencari bantuan profesional. Karena, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ucap Carla.

Dalam edukasi tersebut, dijelaskan bahwa dalam proses pendewasaan, diperlukan mindset dan mentalitas “BRAVE” untuk merawat kesehatan mental agar mampu menjadi manusia dewasa yang berfungsi optimal. Pertama, Bangun Kebiasaan Positif. 

Dari sesuatu yang kecil, seperti bangun pagi dan olahraga teratur. Kedua, Rencanakan Waktu Istirahat. 

Hal ini dapat membantu untuk membawa stabilitas pada kondisi mental seorang individu. Ketiga, afirmasi diri. 

Jika membiasakan diri menggunakan kata-kata yang membuat lebih positif, dapat membuat seseorang lebih optimis. Keempat, validasi emosi atau kemampuan mengakui dan menerima berbagai emosi yang dirasakan. 

Terakhir, ekspresikan kebaikan. Penelitian menunjukkan bahwa ketika membantu orang lain, seseorang dapat membentuk self-esteem yang lebih sehat, karena mereka menemukan makna dan menumbuhkan manfaat hidupnya sendiri.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS