Finance

Tokenomy dan Indodax Rilis Laporan Investor Aset Kripto di Indonesia Tahun 2021

Photo Credits: 123rf

Tokenomy menggandeng Indodax untuk mempublikasikan Laporan Investor Aset Kripto di Indonesia tahun 2021. Laporan tersebut menunjukkan, semua investor memiliki sentimen preferensi yang tinggi terhadap aset kripto dibandingkan aset lain.

Untuk memberikan gambaran yang tepat dari tipikal investor atau trader Indonesia, Tokenomy dan Indodax melakukan survey terhadap 21,052 pengguna mereka.

Laporan ini memberikan wawasan mengenai perkembangan adopsi aset kripto di Indonesia, kefasihan teknikal dari investor di Indonesia, dan penerapan aset kripto yang lebih luas di Indonesia.

Setiap tahun, jumlah pengguna aset kripto terus berkembang, terutama di awal 2018 dan akhir 2020. Data laporan tersebut menunjukkan, investor di Indonesia memanfaatkan publikasi berita, analisa teknikal, dan diskusi grup telegram, untuk membantu mereka mengambil keputusan investasi.

Meskipun investasi aset kripto masih sering dibandingkan dengan kelas aset lain, seperti saham, obligasi, perumahan, dan komoditi (seperti emas, minyak, dan lain-lain), semua investor memiliki sentimen preferensi yang tinggi terhadap aset kripto dibandingkan aset lain.

Pengembangan lebih jauh pada penerapan aset kripto, seperti DeFi dan Pinjaman, Stablecoin, dan lain-lain menunjukkan jika kelas aset ini dan teknologinya memiliki potensi dan utilisasi yang tidak terbatas. Hal ini yang menarik banyak investor institusional.

“Oleh sebab itu, Tokenomy akan terus berkembang dan berevolusi, untuk memenuhi permintaan dari pasar kripto. Inovasi finansial aset kripto dirayakan di berbagai belahan dunia, namun kita jarang mendapatkan penelitian kolektif dari pasar yang sedang berkembang,” ungkap Christian Hsieh, CEO dari Tokenomy di Jakarta, Jumat (28/05/2021).

Survei tahunan ini diharapkan dapat membangun kesadaran publik terhadap sentimen investor untuk kelas aset ini sangat tinggi dan kefasihan teknikal dari investor kami terus meningkat. “Seiring penerapan teknologi blockchain yang terus berkembang, kami dengan antusias akan terus memberikan layanan dan pengalaman terbaik untuk pengguna kami,” imbuh Christian.

Di dalam kesempatan lain, CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan, hal ini terlihat dari jumlah anggota Indonesia Bitcoin and crypto exchanges tersebut yang saat ini mencapai tiga juta anggota aktif.

“Kenaikan jumlah anggota disebabkan oleh bitcoin dan kripto yang tengah hype di Indonesia. Fenomena ini terjadi di seluruh dunia dan bukan hanya di Indonesia,” ujar Oscar.

Penambahan jumlah anggota tersebut merupakan efek dari kenaikan harga Bitcoin dan aset kripto secara fantastis. Hampir seluruh top aset kripto mencatatkan rekor all time high (harga tertinggi sepanjang sejarah), di antaranya Bitcoin, Ethereum, DOGE Tron, Bittorrent dan lain-lain.

“Jumlah anggota terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski Indonesia hanya menyumbang 1% volume transaksi Bitcoin dari seluruh dunia. Tetapi ini menandakan jika orang-orang Indonesia sudah mulai banyak yang menggemari Bitcoin dan aset kripto lain,” kata Oscar.

MARKETEERS X








To Top