Toyota Melokalisasi Produk Kendaraan Elektrifikasi Tahun Depan

marketeers article

PT Toyota-Astra Motor berkomitmen untuk senantiasa mendukung kebijakan Pemerintah dalam upaya memasyarakatkan kendaraan yang ramah lingkungan. Sebagai perusahaan mobilitas, Toyota berupaya menghadirkan berbagai pilihan  sarana mobilitas bagi masyarakat baik dari sisi produk, teknologi, maupun layanan. Termasuk, teknologi kendaraan ramah lingkungan tidak terkecuali Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-In Hybrid Vehicle (PEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV).

Di sisi lain, rangkaian produk kendaraan elektrifikasi Toyota masih menyandang status Completely Build Up (CBU) sehingga harga yang ditawarkan masih menjangkau segmen kelas ekonomi menengah ke atas. Menjawab kondisi tersebut, PT TAM sedang menjajaki untuk melakukan produksi lokal terhadap produk elektrifikasi mereka untuk tahun 2022.

“Harapannya, kendaraan elektrifikasi bisa diterima baik oleh konsumen karena harganya kian terjangkau. Hingga saat ini, produk elektrifikasi Toyota dan Lexus masih dihadirkan secara CBU,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat menggelar konferensi pers virtual.

Secara global saat ini, Toyota memiliki 55 line-up kendaraan elektrifikasi mulai yang terdiri dari kendaraan berteknologi HEV, PHEV, BEV, maupun FCEV dengan total penjualan lebih dari 2 juta unit setiap tahunnya. Dengan portofolio produknya ini, perusahaan telah mengurangi total kumulatif emisi karbon sebesar 140 juta ton dalam waktu lebih dari 20 tahun. Pada tahun 2030, Toyota menargetkan penjualan lebih dari 30 juta unit lebih kendaraan elektrifikasi dengan penjualan tahunan sebesar 5,5 juta di seluruh dunia.

Di Indonesia, TAM pertama kali menghadirkan kendaraan elektrifikasi HEV melalui Toyota Prius Hybrid pada 2009 dan Lexus LS600h pada tahun 2010.  Hingga saat ini, Toyota Indonesia telah memiliki 10 model kendaraan elektrifikasi mulai dari HEV, PHEV, hingga BEV.

Kehadiran kendaraan HEV di Indonesia juga mendapat respons yang positif. Untuk Corolla Cross Hybrid misalnya, penjualan kendaraan elektrifikasi yang diluncurkan Toyota pada tahun 2020 cukup membanggakan. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan sejak peluncuran resminya, Toyota berhasil memasarkan Corolla Cross HEV sebanyak 652 unit dan 1.070 unit selama tahun 2021 atau meningkat 64% dibanding tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan penjualan Corolla Cross Hybrid yang berkontribusi signifikan terhadap total penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota yang mencapai 4.975 unit. Dan selama tahun 2021 hingga bulan September penjualannya menyentuh angka 1.409 unit.

Dari total 4.975 unit kendaraan elektrifikasi Toyota yang sudah dipasarkan sejak 2009, kontribusi menurunkan emisi CO2-nya mencapai 300.000 gram untuk per kilometernya. “Kami optimistis, penerapan regulasi karbon akan makin meningkatkan kontribusi bagi penurunan emisi CO2 dari keberadaan kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia karena harganya semakin kompetitif bagi pelanggan,” tutup Anton.

Related

award
SPSAwArDS