Toyota Revisi Target, Capaian Produksi Global Tak Sesuai Prediksi

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
19 Januari 2022
marketeers article
INVER GROVE HEIGHTS, MN/USA JUNE 17, 2018: Toyota autombile dealership exterior and trademark logo.
Toyota menyampaikan revisi target produksi kendaraan secara global untuk satu tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2022 mendatang. Berdasarkan perkiraan capaian produksi terbaru dari pabrikan asal Jepang tersebut, jumlah mobil yang keluar dari lini perakitan dari seluruh fasilitas milik perusahaan ini di seluruh penjuru dunia tidak akan menyentuh sembilan juta unit.
Walaupun sudah melakukan revisi target, Toyota tetap akan mengusahakan keluaran produksi sebesar 700 ribu kendaraan secara global pada periode Februari 2022. Langkah optimalisasi perakitan kendaraan itu dilakukan mengingat lonjakan permintaan konsumen di berbagai negara, seperti dikutip dari keterangan resmi mereka pada Selasa (18/1) lalu.
Secara keseluruhan revisi target produksi kendaraan dari Toyota berkisar 150 ribu unit dari capaian sebelumnya. Alasan utama dari pengubahan target perakitan kendaraan secara global tersebut adalah kelangkaa komponen chip semikonduktor yang dialami oleh berbagai sektor industri saat ini.
Toyota mengungkap proses penanganan kendala kelangkaan perangkat chip semikonduktor terus dilakukan dengan berbagai pihak yang terlibat. Begitu juga dengan kemungkinan menggunakan komponen substitusi, untuk mengantisipasi kendala kelangkaan tersebut secara berkepanjangan di seluruh fasilitas pabriknya.
“Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh supplier untuk menguatkan jaringan distribusi dan sumber bahan baku. Seluruh upaya tengah dilakukan untuk dapat memastikan setiap kendaraan dapat sampai ke tangan pelanggan dalam waktu secepat mungkin,” ungkap Toyota dalam pernyataan resmi di laman website mereka.
Di luar revisi target produksi global yang sudah disampaikan, Toyota juga berencana untuk menghentikan sementara operasi lini produksi sejumlah fasilitas pabrik di Jepang. Total terdapat 11 lini produksi dari delapan pabrik yang dijadwalkan akan berhenti beroperasi untuk sementara waktu, khusus untuk periode Februari 2022 mendatang.
Meskipun ada revisi target secara global, nyatanya tidak memengaruhi kemampuan bersaing dengan produsen lain. Berdasarkan data yang dirilis pada pekan lalu, Toyota mampu menjual 9.56 juta kendaraan dari Januari hingga November 2021 mengalahkan pesaing terdekatnya, yaitu Volkswagen dengan capaian pengiriman 8.88 juta unit mobil pada periode sama.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related