Transaksi Harian Tokocrypto Meroket 754%, Tembus Rp 2,7 Triliun

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
22 April 2022
marketeers article
NFT tokens with bitcoin and US dollar bills background close up
Pedagang aset kripto, Tokocrypto mencatatkan pertumbuhan transaksi yang eksponensial sepanjang periode tahun 2020 hingga tahun 2021. Tercatat, transaksinya meroket sebesar 754% dalam kurun waktu tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto Pang Xue Kai mengungkapkan, lonjakan transaksi menjadi sinyal positif terhadap industri aset kripto di Indonesia. Sehingga bisnis aset kripto diperkirakan bakal terus berkembang di masa depan.
“Pencapaian Tokocrypto sejak aplikasi kami diluncurkan empat tahun tahun lalu merupakan bukti kepercayaan nasabah, partner bisnis, dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan. Pertumbuhan kami sangatlah pesat. Dari 2020 hingga 2021, jumlah transaksi harian yang diproses dalam platform telah mencapai lebih dari US$ 191 juta atau setara Rp 2,7 triliun,” ujar Kai dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/4/2022).
Menurutnya, perusahaan akan terus memperkuat posisi melalui inisiatif ekosistem blockchain, TokoVerse. Pembentukan TokoVerse ini merupakan tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Tokocrypto dari platform perdagangan aset kripto dan menjadi ekosistem terintegrasi yang memanfaatkan teknologi masa depan, yakni blockchain.
Sejak awal berdiri pada tahun 2018, Tokocrypto terus menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia. Hal itu dilakukan melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Tanah Air.
Adapun pengembangan platform di ekosistem TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari domain Decentralized Finance (DeFi), GameFi dan Non-fungible token (NFT). Ekosistem ini didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Tanah Air.
“TokoVerse merupakan ekosistem blockchain pertama di Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto, di mana Toko Token (TKO), proyek kripto dengan token hybrid berkonsep CeDeFi menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem tersebut. TokoVerse menjadi bukti komitmen dari Tokocrypto untuk membangun ekosistem berbasis blockchain yang berkelanjutan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kai menjelaskan, ke depan TokoVerse berkomitmen dalam jangka panjang dapat mengembangkan teknologi blockchain untuk mendorong perekonomian nasional. Pasalnya, potensi yang dalam industri ini sangat besar. Berdasarkan riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.
Sementara itu, data Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030.
“Kripto dan seluruh ekosistem blockchain sedang mencoba untuk membuat internet baru, yang oleh banyak orang disebut Web3, seperti halnya Google dan Microsoft yang membantu menciptakan Web1. Teknologi blockchain akan mendominasi dunia selama 10 hingga 20 tahun ke depan dan dapat membantu memecahkan beberapa masalah ekonomi atau menguranginya,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related