Tren Produk Perawatan Kulit yang Ramah Lingkungan Meningkat

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
21 Oktober 2021
marketeers article
Skin care beauty treatment with rosemary herb flowers, aromatherapy essential oil and moisturising cream on marble background. Anti ageing benefits & helps to reduce environmental skin damage. Flat lay.
Pandemi COVID-19 secara tidak langsung mengubah gaya hidup masyarakat. Saat ini, masyarakat lebih concern terhadap apa yang mereka konsumsi, dan berusaha untuk hidup sehat dengan makan-makanan yang sehat, seperti makanan vegan.
Oleh sebab itu, Base, produk perawatan kulit yang 100% berbasis vegan menggelar diskusi virtual Base Talk Vol. 3 yang bertajuk Plant-Powered Day. Melalui diskusi ini, Base berupaya untuk mengajak generasi muda agar dapat menjalankan gaya hidup yang lebih sehat, dan bukan hanya fokus pada kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan lingkungan.
Dalam diskusi ini, Ratih Permata Sari, BASE Co-Founder/CPO menyampaikan bahwa ada banyak demand dari konsumen yang menginginkan sebuah produk yang sustainable. Menurutnya, makin ke sini konsumen semakin sadar akan pentingnya lingkungan dan mulai memilih produk yang baik untuk lingkungan.
“Kami sebagai perusahaan berusaha semaksimal mungkin menjawab kebutuhan konsumen untuk menghadirkan produk yang cruelty free dan tidak harmful untuk lingkungan. Salah satu yang kita hadirkan ya produk plant based,” kata Ratih.
Tidak hanya produk Base saja yang berbasis tumbuhan dan baik untuk lingkungan, Ratih turut mengatakan bahwa Base berusaha agar seluruh proses produksi sampai dengan proses packaging, hingga sampai ke tangan konsumen tidak harmful untuk lingkungan.
Ratih kemudian menjelaskan alasan mengapa Base tertarik menggunakan bahan baku berbasis makanan. Pertama, di setiap tanaman, ada bahan baku tertentu yang jumlahnya banyak sekali. Bahan baku tersebut pun memiliki keunggulan yang berbeda-beda.
Kedua, bahan-bahan yang ada di dalam tanaman menawarkan solusi alternatif yang lebih baik untuk kulit sensitif. Ketiga, bahan tersebut lebih baik untuk lingkungan.
“Kalau kalian tahu, produk skincare yang animal derived itu bisa diganti dengan bahan-bahan dari tanaman. Pasti bisa di ganti dengan bahan dari tanaman, karena kandungan dari situ sangat lengkap. Bahkan, kenyataannya, produk berbasis tanaman lebih banyak manfaatnya,” tambah Ratih.
Base juga memiliki empat pilar dalam standarisasinya. Keempat pilar tersebut adalah sourcing, safety, dan sustainability, dan ethics. Dalam menjalankan bisnisnya, Base mengikuti keempat pilar tersebut untuk mengedepankan produk berbasis tanaman yang baik untuk kulit dan lingkungan.
“Kami tidak hanya memikirkan bahwa produk tersebut baik untuk lingkungan. Kami juga memikirkan bagaimana produk tersebut di proses, karena percuma kalau ujung-ujungnya tetap harmful. Kami juga memproses sendiri bahan baku yang kami dapat untuk kemudian menjadi bahan yang berpotensi baik. Intinya, kami berusaha setransparan mungkin,” tutur Ratih.
Annabella, Cruelty-free Beauty Enthusiast menyampaikan bahwa untuk peduli pada lingkungan, bisa dilakukan secara bertahap. Sebagai seorang vegan, Annabella memulainya secara bertahap, namun konsisten, dan pada akhirnya bisa menjadi vegan sepenuhnya.
“Aku berusaha sebisa mungkin untuk mengonsumsi produk yang baik untuk aku, lingkungan, dan juga hewan. Karena pada akhirnya, apa yang kita konsumsi itu adalah apa yang kita kontribusikan. Kita semua bisa melakukan itu. Lakukan secara bertahap, tapi tetap konsisten,” kata Annabella.
Hal serupa dikatakan oleh Max Mandias, Co-Founder & Chief Innovation Officer of Burgreens and Green Rebel. Sebagai seorang vegan yang juga memiliki bisnis makanan berbasis vegan, Max menyampaikan bahwa perubahan ini bisa dilakukan oleh semua orang.
“Prinsip saya, kehidupan itu pendek, dan saya ingin menjalaninya dengan senang. Itu semua bisa dilakukan kalau saya bisa berkontribusi dengan sekitar. Perubahan makanan inilah cara yang paling baik yang bisa dilakukan oleh semua orang,” tutup Max.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related