Tumbuh Positif di Indonesia, Finantier Bidik Pasar Asia Tenggara

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
19 Januari 2022
marketeers article
business hand clicking fintech or financial technology button on search toolbar with vintage style effect
Finantier berhasil menorehkan pertumbuhan positif di Indonesia sepanjang tahun 2021. Platform infrastrutur digital ini pun mengaku siap bidik pasar Asia Tenggara.
Co-Founder dan COO Finantier Edwin Kusuma menjelaskan pada tahun 2021 perusahaan telah mengantongi sejumlah pencapaian. Salah satunya tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) melalui salah satu produk mereka, yaitu innovative credit scoring.
“Tak hanya itu, kami juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 untuk Standar Manajemen Keamanan Informasi,” ungkap Edwin.
Lebih lanjut, Edwin menuturkan saat ini terdapat sekitar 250 perusahaan baik sebagai partner maupun klien yang terhubung ke dalam ekosistem Finantier dengan estimasi jutaan transaksi.
Setelah berhasil mengembangkan bisnisnya di Indonesia, tahun 2022 Finantier menargetkan pasar Asia Tenggara. Negara terdekat yang akan disasar adalah Filipina.
Perusahaan telah menyiapkan sejumlah amunisi untuk dapat mencapai target-targetnya di tahun depan. Pengalaman perusahaan selama bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian akibat pandemi diakui Edwin menjadi modal berharga.
Pandemi yang berlangsung dalam dua tahun terakhir telah mengubah pola interaksi dan kebiasaan orang sehingga banyak beralih ke digital. Maka dari itu, Edwin meyakini bahwa diperlukan data yang lebih komprehensif dari digital journey nasabah. Hal ini penting untuk ke depannya menyesuaikan produk dan layanan untuk nasabah.
Hal inilah yang coba ditawarkan oleh Finantier melalui konsep open finance untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat yang belum tersentuh pembiayaan konvensional atau underbanked.
Secara spesifik Edwin menjelaskan layanan open finance Finantier ini bersifat business-to-business (B2B). Sehingga dapat memfasilitasi perusahaan untuk memanfaatkan datanya demi rencana lanjutan yang dapat dieksekusi secara langsung dalam pengembangan produk atau inovasi lainnya ke end user.
Target strategis Finantier merupakan perusahaan seperti bank dan fintech yang ingin mengoptimalkan datanya untuk menjangkau lebih banyak pengguna yang selama ini tidak memiliki catatan transaksi atau credit scoring.
Pihaknya tidak hanya mengolah credit scoring peminjam berdasarkan transaksi dari satu platform saja atau satu industri saja, namun menggabungkan analisis lintas platform mulai dari bank, fintech, layanan ride hailing, e-commerce, dan e-wallet.
Adapun, dalam operasionalnya yang telah berjalan selama satu tahun ini, Finantier menghadirkan tiga produk unggulan yaitu account aggregation, innovative credit scoring, dan payment initiation.

Related