Retail & Property

Tutup Restoran Dua Minggu, McDonald’s Alihkan Penjualan Lewat Layanan Pesan-Antar

Sumber: 123RF

McDonald’s Indonesia mengumumkan penutupan restorannya selama dua minggu mulai Rabu (01/04/2020). Penutupan layanan makan di tempat ini menjadi usaha ritel restoran cepat saji ini dalam menghambat penyebaran COVID-19. Meskipun begitu, McDonalds tetap beroperasi dengan mengalihkan layanannya lewat sistem pesan-antar.

“Tidak hanya mendukung program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dicanangkan pemerintah, tapi McDonald’s juga tengah menjaga karyawan dan pelanggan kami dari paparan pandemi,” kata Sutji Lantyka, Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia.

Tindakan preventif yang dilakukan McDonald’s ini menjadi pilihan paling bijak yang diambil perusahaan. Namun, Sutji menegaskan bahwa bukan berarti McDonald’s tidak melayani pelanggannya. Untuk menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, McDonald’s mengarahkan pembelian lewat layanan Drive Thru, Take Away, dan McDelivery.

McDonald’s juga memperketat prosedur operasional standar dalam meningkatkan kebersihan di restoran. Area dapur dan titik kontak konsumen menjadi prioritas kebersihan yang diterapkan restoran ini.

“Di tengah pandemi ini, kami menerapkan layanan Contactless Service Take Away, Contactless Drive Thru, dan Contactless McDelivery,” jelas Sutji.

Jika sebelumnya mungkin ada sentuhan tangan antara pelanggan dan karyawan, maka perusahaan kini melarang hal itu untuk terjadi. Konsumen dapat mengambil sendiri pesanan di counter yang sudah disediakan untuk layanan Take Away dan Drive Thru. Sementara rider McDelivery akan menyiapkan dua kantong plastik, satu unutk pembayaran dan yang lainnnya untuk uang kembalian

Lebih lanjut, McDonald’s juga memperketat pengawasan kesehatan karyawannya. Setiap hari, restoran ini melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan sebanyak dua kali, sebelum bekerja dan setelah istirahat.

“Prinsip kebersihan di seluruh titik kontak konsumen sudah jadi standar operasional sehari-hari dari McDonald’s. Namun, di tengah darurat COVID-19, memperketat standar ini menjadi usaha kami untuk menjadi agen penghambat penyebaran virus ke masyarakat,” tutupnya.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

MARKETEERS X








To Top