UKM Dinilai Memiliki Ketahanan Bisnis yang Lebih Kuat

profile photo reporter Ellyta Rahma
EllytaRahma
30 Januari 2019
marketeers article
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dinilai memiliki nilai ketahanan bisnis yang lebih kuat dibandingkan dengan elemen bisnis lain. Sifatnya yang bisa menjangkau semua kalangan membut UKM menjadi satu-satunya elemen ekonomi yang dapat bertahan di berbagai perubahan dan kondisi.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc. Dirinya mengatakan bahwa secara tidak disadari, usaha-usaha kecil dan menengah seperti warung makan dan warung-warung retail yang justru dapat bertahan bahan ketika krisis ekonomi melanda.
“Dilihat dari pengalaman di Indonesia waktu krisis, justru yang bertahan itu adalah kelompok-kelompok rumah makan padang, warung tegal. Itu umumnya adalah para pelaksana UKM yang tidak tergerus oleh krisis-krisis dunia,” kata Asep.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Inovasi, Kewirausahaan, dan Pengembangan Dr. Ary Syahriar, DIC., mengakui bahwa hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui sebab kekuatan UKM. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi para akademisi mengingat keunggulan UKM ini sudah banyak terjadi.
Untuk semakin mendukung kebertahanan UKM dalam mendukung perkembangan sektor kewirausahaan nasional, ICSB bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia untuk melakukan pengembangan riset kewirausahaan dan perspektif Islam (muslimpreneurship).
Penandatanganan MoU kerjasama telah dilakukan pada Rabu, 30 Januari 2019 di Philip Kotler Theatre Class,
MarkPlus, Inc. Main Campus. Acara penandatanganan ini juga dihadiri oleh Hermawan Kertajaya selaku Chairman ICSB Indonesia, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., dan
Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia AA Gede Ngurah Puspayoga.

Related