Digital

UMG Idealab Targetkan Cetak Lima Startup Pada Tahun 2022

Ilustrasi: 123RF

Perusahaan venture builder UMG Idealab terus memperkuat posisinya di industri manajemen start-up. Sejak tahun 2020, UMG Idealab melakukan transformasi dari perusahaan venture capital menjadi venture builder. Sejak pertama kali hadir enam tahun silam UGM Idealab secara konsisten terus mendampingi serta menaungi startup-startup baru.

“Sejak awal didirikan tahun 2015, UMG Idealab adalah venture capital yang berkontribusi pada solusi teknologi berkelanjutan di Indonesia. Secara rutin, kami melakukan pendanaan pada startup yang sejalan dengan visi kami,” ujar Founder UMG Idealab Kiwi Aliwarga.

Beralihnya UMG Idealab menjadi venture builder sejalan dengan misi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate yang menargetkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar kesembilan di dunia pada tahun 2030.

Di sisi lain, pendanaan bagi UKM dan Ultra Mikro (UMi) juga menjadi perhatian. Sebab, UKM dan UMi menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan menyumbangkan 61.07% dari PDB Indonesia. Berangkat dari hal tersebut UMG Idealab terus berkomitmen untuk mendirikan startup baru.

“Sejak menjadi venture builder, kami terus mendirikan startup baru dan melakukan pendampingan dimulai dari pengembangan inovasi, penyediaaan sumber daya, pelatihan manajemen, dan bantuan modal kepada startup-startup tersebut. Startup yang kami kembangkan berfokus pada tiga hal krusial, yaitu mengatasi perubahan iklim, mengatasi kesenjangan pendapatan, dan membantu UKM bersaing secara global,” lanjut Kiwi.

Raihan positif pun berhasil dicatatkan UMG Idealab pada tahun 2021. Tercatat di era pandemi, UMG Idealab berhasil mencetak delapan startup baru di berbagai bidang. Tahun depan, UMG Idealab memiliki target untuk mencetak lima startup baru yang tersebar di bidang pengelolaan limbah, kesehatan, green energy, teknologi imersif, dan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Sejak awal 2021 hingga Oktober ini, kami telah mencetak startup seperti Lakone yang bergerak pada pembaruan teknologi untuk mesin kopi menggunakan AI, Sandhiguna yang fokus di bidang komputerisasi dan cybersecurity, serta Widya Dialisis yang mengembangkan teknologi hemodialisa dengan biaya yang lebih efisien,” ujar Head of Brand and Marketing UMG Idealab Miera Rahayu.

Di samping itu Kiwi turut mengajak startup-startup yang ada di Indonesia untuk saling berkolaborasi dalam pengembangan produk agar bisa memecahkan permasalahan di Indonesia melalui solusi teknologi. “Lebih dari 40 startup di Indonesia yang siap berkompetisi di tingkat global telah bergabung ke dalam ekosistem startup UMG Idealab. Kami terus mengarahkan kepada startup-startup ini untuk saling aktif dalam berkolaborasi dan pengembangan produk demi pemecahan masalah di Indonesia melalui solusi teknologi,” tutup Kiwi.

The Latest

To Top