Usai IPO, Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Total Transaksi 45%

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
30 November 2021
marketeers article
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan kenaikan total processing value (TPV) atau total transaksi yang benar-benar terjadi sebesar 45% pada kuartal III tahun 2021. Capaian ini sangat sangat gemilang usai marketplace ini melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) beberapa waktu yang lalu. Secara keseluruhan, dalam sembilan bulan terjadi pertumbuhan sebesar 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Dalam laporan keuangan yang diterima Marketeers, nilai yang didapatkan dari pertumbuhan transaksi di kuartal III yakni Rp 31,2 triliun. Sedangkan dalam periode Januari hingga September, tercatat nilai transaksinya sebesar Rp 87,9 triliun.
“Pertumbuhan TPV didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 25% dan kenaikan sebesar 21% pada average transaction value (ATV) sepanjang sembilan bulan pertama di 2020 sampai dengan sembilan bulan pertama 2021. Sebanyak 73% TPV Perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, yang mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat,” tulis keterangan resmi Bukalapak, Rabu (1/12/2021).
Adapun peningkatan transaksi ditopang oleh mitra Bukalapak yang merupakan mesin utama penggerak bisnis perseroan. TPV mitra pada kuartal III dan sembilan bulan pertama masing-masing bertambah 129% menjadi Rp 16 triliun dan 179% menjadi Rp 40 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Kontribusi Mitra terhadap TPV Perseroan meningkat dari 33% pada 3Q20 menjadi 51% pada 3Q21.
Tak hanya itu, ATV mitra Bukalapak pada sembilan bulan pertama juga tumbuh sebesar 63% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Hal ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Tercatat, pada akhir September 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 10,4 juta, meningkat dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.
Secara pendapatan, pada kuartal III tahun ini Bukalapak  mengalami pertumbuhan sebesar 58% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 484 miliar. Sedangkan pendapatan secara keseluruhan selama sembilan bulan tumbuh 42% menjadi Rp 1,3 triliun. Pertumbuhan pendapatan Bukalapak terakselerasi dari 37% secara tahunan (yoy) di kuartal II tahun 2021 menjadi 58% (yoy) di kuartal III. Pada kuartal III tahun ini juga menyumbang perkembangan pendapatan sebesar 10% dari kuartal ke kuartal (QoQ).
“Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pendapatan mitra Bukalapak pada kuartal III tumbuh sebesar 258% menjadi Rp 206 miliar atau  meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pendapatan pada sembilan bulan untuk Mitra Bukalapak tumbuh sebesar 298% menjadi Rp 496 miliar. Kontribusi mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan meningkat dari 19% pada kuartal III tahun 2020 menjadi 43% pada kuartal III tahun 2021,” tulisnya.
Hingga sekarang Bukalapak terus fokus pada strategi untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan yang baik terhadap biaya operasional. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, rasio beban operasional terhadap TPV turun menjadi 2,7% dibandingkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,9%.
Sementara itu, pada periode kuartal III tahun 2021, beban operasional meningkat 27% secara tahunan (yoy). Sedangkan pada periode sembilan bulan pertama, beban operasional hanya meningkat 4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan berbagai inisiatif baru yang diluncurkan oleh Bukalapak. Tercatat, rasio biaya operasional pada kuartal III tahun 2020 terhadap TPV menurun dari 3,0% menjadi 2,7% di kuartal III tahun 2021.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related