Viral Game College Brawl di TikTok, Waspadai Bahayanya untuk Anak!

marketeers article
Ilustrasi anak bermain game College Brawl (Foto: 123rf)

Belakangan ini, jagat maya dihebohkan dengan maraknya siaran langsung berbau pornografi di TikTok. Konten yang dimaksud adalah memainkan game College Brawl, yang mana memuat unsur kekerasan dan adegan seksual.

College Brawl sendiri merupakan game bertema petualangan yang sebenarnya diperuntukkan bagi usia 18 tahun ke atas. Permainan buatan Supercell ini membuat para pemainnya berperan sebagai seorang mahasiswa bernama Ken.

Ken ditugaskan mengambil kembali barang-barang yang dicuri oleh geng berandalan bernama Red Kat. Tugas tersebut tak mudah karena pemain harus melalui berbagai level, yang mana di setiap tahapnya terdapat adegan kekerasan dan seksual.

BACA JUGA: Ramai Konten Pornografi di TikTok, Ini Cara Mengontrol Tontonan Anak

Adegan kekerasan ini muncul karena sang pemain harus melawan musuh-musuh yang tersedia di dalam permainan tersebut. Selain itu, pemain juga bisa berperan sebagai adik dari Ken, yakni Anko, untuk melawan berandalan yang berusaha membuat video tak senonoh dengan penuh adegan seksual.

College Brawl bahkan tidak tersedia di platform resmi, seperti Google Play atau App Store. Game ini beredar secara luas di internet melalui situs-situs tertentu dengan memberikan link pengunduhan, yang notabene keamanannya belum terjamin.

Tema kekerasan yang diusung College Brawl jelas akan berdampak buruk bagi anak, baik yang menonton atau memainkannya sendiri. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Developmental Psychology memaparkan bahaya tersebut, berikut penjelasannya:

Game Kekerasan Membahayakan Psikis Anak

Penelitian yang dilakukan para ahli di Brock University di Kanada itu menyebutkan game bertema kekerasan cenderung memengaruhi kondisi psikis anak-anak, yang mana menjadi lebih agresif terhadap orang lain.

Lebih tepatnya, studi tersebut membuktikan bahwa anak yang bermain game kekerasan selama bertahun-tahun cenderung bertindak agresif. Sementara itu, mereka yang memainkan game di luar tema kekerasan sama sekali tidak menunjukkan adanya peningkatan sifat agresif. 

BACA JUGA: Skibidi Toilet Banyak Diparodikan Anak Kecil, Waspadai Bahaya Ini!

Sifat agresif yang demikian muncul dari pemikiran si anak yang menyimpulkan bahwa tindakan kekerasan adalah cara paling efektif dan tepat untuk menangani konflik. Di samping itu, anak yang bermain game kekerasan juga mudah terprovokasi.

Ya, penelitian tersebut juga mengungkapkan adanya kecenderungan anak untuk bereaksi lebih agresif terhadap provokasi yang tidak disengaja. Sekalipun berasal dari penyebab yang ringan, seperti seseorang tidak sengaja menabrak mereka.

Mengingat dampaknya yang kurang baik, orang tua harus mengawasi game yang dimainkan oleh buah hatinya. Mereka pun perlu membatasi anak bermain gadget secara keseluruhan, baik dengan membatasi waktu atau memanfaatkan teknologi yang ada.

Jika Anda merasa si kecil mengalami dampak negatif yang demikian, tak ada salahnya mengonsultasikan hal tersebut kepada ahlinya. Semoga bermanfaat!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS