Wajib Paham, 7 Strategi Keuangan UKM untuk Pengembangan Bisnis

marketeers article
strategi keuangan untuk pengembangan bisnis | sumber: 123rf

Anda memiliki Usaha Kecil Menengah (UKM), tetapi bingung melakukan pengembangan bisnis? Tanpa pengembangan bisnis, bisnis Anda tentu mengalami stagnasi.

Anda harus berpikir untuk mengembangkan dan menumbuhkan bisnis Anda. Penting bagi anda untuk menganalisis bagaimana bisnis Anda berkelanjutan dan layak dari segi keuangan.

Namun, sebelum Anda melangkah untuk meningkatkan skala bisnis Anda, Anda harus memetakan kondisi keuangan dan menyiapkannya agar mampu mendukung pertumbuhan bisnis Anda.

Berikut tujuh strategi keuangan UKM agar bisnis Anda terus berkembang yang Marketeers lansir dari Forbes:

1. Membuat budget untuk pengembangan bisnis

Jika Anda ingin melakukan ekspansi atau peningkatan skala bisnis, Anda harus membuat budget yang terencana dengan rapi. Anda harus mempertimbangkan biaya merekrut karyawan baru, berinvestasi pada peralatan dan teknologi, dan memperluas gedung, gudang, atau kantor Anda.

Hal ini memerlukan perencanaan keuangan yang solid sebelum strategi pengembangan dilakukan agar strategi Anda sukses.

BACA JUGA: 7 Cara Memulai Bisnis, Siap Jadi Entrepreneur Sukses pada Tahun 2024

2. Evaluasi cash flow Anda

Sebelum melakukan pengembangan bisnis, evaluasi terhadap cash flow Anda adalah suatu hal yang krusial. Ajukan pertanyaan mengenai bagaimana pendanaan Anda dapat memenuhi segala pengeluaran untuk pengembangan bisnis.

Jika tidak memiliki cash flow yang baik, cobalah mencari alternatif pendanaan lainnya, seperti pinjaman bank atau pendanaan dari investor.

3. Analisis tren pasar

Salah satu kunci kesuksesan dari pengembangan bisnis yang Anda lakukan adalah pemahaman target pasar dan permintaan konsumen. Oleh karena itu, riset pasar untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan bisnis adalah strategi yang tak boleh Anda lewatkan. 

Perhatikan pasar yang ingin Anda garap, apakah produk atau layanan yang Anda tawarkan benar-benar sesuai kebutuhan Anda. 

4. Evaluasi potensi risiko

Strategi keuangan yang penting dalam pengembangan bisnis adalah mengevaluasi potensi risiko apa saja yang mungkin muncul dalam perencanaan bisnis Anda. Anda perlu mengetahui apakah cash Anda mampu memenuhi risiko pengeluaran yang tidak terduga di masa depan atau risiko atas kerugian yang mungkin terjadi.

BACA JUGA: Dari Karyawan Ingin Punya Bisnis? Berikut 6 Cara Menjadi Entrepreneur!

5. Pertimbangkan pajak

Bisnis yang berkembang tentu selalu diikuti dengan sejumlah pajak yang perlu dibayarkan. Makin besar bisnis Anda, maka kian besar pula komposisi pajak yang harus Anda keluarkan. Rencanakan pengeluaran pajak dengan perhitungan yang teliti.

6. Berinvestasi pada pemasaran

Budget yang Anda keluarkan untuk strategi pemasaran jangan dihitung sebagai biaya yang membebani bisnis Anda. Akan tetapi, jadikan budget tersebut sebagai investasi yang dapat menunjang pengembangan bisnis Anda.

Perhatikan biaya marketing yang Anda gunakan, baik iklan, kampanye media sosial, website, digital marketing, maupun promosi produk baru atau akuisisi pelanggan baru.

7. Evaluasi kinerja keuangan

Strategi keuangan yang perlu Anda terapkan selagi bisnis Anda terus mengalami pertumbuhan adalah dengan mengevaluasi bagaimana kinerja keuangan dari bisnis Anda.

Lakukan evaluasi keuangan secara berkala dengan berbagai metrik atau indikator kesuksesan kinerja keruangan, seperti revenue growth, profit margins, return on investment, dan lain sebagainya.

Pastikan strategi keuangan dan pengembangan bisnis yang Anda lakukan dapat mendorong kesuksesan dan keberlanjutan keuangan bisnis Anda. 

Kesimpulannya, strategi keuangan yang diperuntukkan untuk pengembangan bisnis UKM Anda tentu membutuhkan waktu, usaha, dan komitmen yang tinggi. 

Anda tidak hanya perlu mengambil risiko, berinovasi, dan berfokus pada kepuasan pelanggan, tetapi Anda juga perlu memastikan bahwa keuangan bisnis Anda mampu menunjang pengembangan bisnis yang Anda lakukan. 

BACA JUGA: 5 Cara Atur Keuangan, Wujudkan Sehat Finansial di Tahun 2024

Editor: Ranto Rajagukguk

Related