Waskita Beton Keluarkan Rp 2,02 Triliun untuk Bayar Supplier dan Vendor

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sepanjang tahun 2024 merealisasikan pembayaran kepada supplier dan vendor sebesar Rp 2,02 triliun. Realisasi tersebut meningkat sebesar 25,7% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton menjelaskan nominal uang yang dibayarkan mencerminkan keseriusan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya secara menyeluruh, baik yang berkaitan dengan kegiatan operasional rutin maupun bagian dari strategi pemulihan dan penguatan bisnis. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dalam memastikan kelancaran rantai pasok dan stabilitas operasional perusahaan.
BACA JUGA: Lewat Sinergi, Waskita X WSBP Jaga Ketepatan Waktu Proyek Rekonstruksi Jembatan Palu IV
“Kami terus berupaya untuk terus meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, menjaga kepercayaan para mitra bisnis, serta memastikan keberlanjutan usaha dengan strategi yang prudent dan transparan. Dengan mengoptimalkan pengelolaan aset, menjaga likuiditas, serta terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, kami yakin WSBP dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fandy melalui keterangan resmi, Rabu (16/4/2025).
Peningkatan pembayaran supplier dan vendor sejalan dengan komitmen WSBP dalam memperkuat hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan yang didorong dengan strategi pemasaran dalam mengikuti tender yang prundent, seperti mengidentifikasi risiko proyek, memastikan kredibilitas pelanggan, kecukupan pendanaan, serta membentuk tim khusus untuk penagihan utang.
BACA JUGA: Waskita Karya Selesaikan 88 PSN dalam 10 Tahun
Selain itu, kebijakan pengelolaan keuangan yang berpegang teguh pada prinsip tata kelola perusahaan yang gaik (Good Corporate Governance/GCG) juga turut menjaga stabilitas finansial. Perseroan juga telah menerapkan program optimalisasi aset yang efektif guna meningkatkan likuiditas.
Dengan strategi ini, perusahaan dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Sebagai komitmen pembayaran kepada supplier dan vendor, WSBP juga secara konsisten memenuhi kewajiban dalam skema Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) sesuai Perjanjian Perdamaian yang telah disepakati.
Sepanjang tahun 2024, perusahaan telah membayarkan CFADS tahap 3 dan 4 dengan total sebesar Rp 169,31 miliar. Terbaru, pada 25 Maret 2025, WSBP juga telah merealisasikan pembayaran CFADS tahap 5 sebesar Rp 106,36 miliar.
Pembayaran ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kelangsungan bisnis serta memenuhi seluruh kewajibannya guna memastikan operasional tetap berjalan optimal.
“Dengan langkah-langkah strategis ini, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerjanya serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan efisiensi, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk