Wearing Klamby Andalkan Payment Gateway untuk Jual Ribuan Produk

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
31 Oktober 2022
marketeers article
Model Profesional Menggunakan Koleksi Busana Wearing Klamby pada London Fashion Week 2022. | Foto: Wearing Klamby

Wearing Klamby menandai pencapaian istimewa tahun ini dengan peragaan di London Fashion Week 2022. Merek fesyen lokal tersebut memamerkan berbagai koleksi unik yang tidak melupakan ciri khas budaya Indonesia di dalamnya.

Namun, siapa sangka merek yang sukses menembus panggung internasional tersebut mengawali perjalanannya dengan keuntungan dari berjualan barang bekas. Sampai pada akhirnya menerima pesanan pelanggan dari negara tetangga, Malaysia dan Singapura.

BACA JUGA: SukkhaCitta Jadi Merek Fesyen Pertama Bersertifikasi B Corp di Indonesia

Momentum tersebut digunakan Wearing Klamby untuk mengembangkan bisnis mereka menjadi lebih besar lagi. Mulai dengan menerima pesanan pre-order, mereka kini mulai memproduksi lebih banyak produk guna melayani permintaan pelanggan yang terus meningkat.

Dengan peningkatan penjualan yang signifikan, mereka pun merasa kewalahan dalam mengelola pembayaran dari pelanggan. Sebab itulah, mereka mulai memutuskan untuk menggunakan layanan payment gateway.

BACA JUGA: IN2MOTIONFEST, Hadirkan Keragaman Modest Fashion Indonesia

“Pada awal berdiri, kami mengandalkan situs web sebagai kanal pemasaran produk dengan metode pembayaran transfer bank. Saat itu belum ada masalah karena jumlah transaksi yang belum begitu banyak,” tutur Adwin Rahmanto, Digital Marketing Manager Wearing Klamby dalam pernyataan resminya.

Setelah bisnis berkembang dan kian dilirik pelanggan, Adwin dan timnya bahkan bisa melayani ribuan pelanggan dalam waktu bersamaan. Mereka pun menggunakan layanan Midtrans, penyedia layanan payment gateway untuk memudahkan pembayaran online bagi pelanggan.

Dengan pemanfaatan layanan ini, Wearing Klamby dapat lebih fokus mengembangkan inovasi produk. Sebab, mereka dapat mengelola transaksi secara lebih efisien.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related