Uncategorized

WEGE Tetap Andalkan Kompetensinya di Tengah Pandemi

Ilustrasi: Dokumentasi WEGE

Industri konstruksi menjadi satu dari banyak sektor yang terkena dampak pandemi COVID-19. Meski secara umum sektor ini mengalami perlambatan, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) tidak mau kalah dengan situasi. Anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau (WIKA) ini tetap menjaga produktivitas dan kreativitas serta mengunggulkan kompetensinya.

Atas kesigapan WEGE dengan tetap produktif dan kreatif serta mengedepankan kompetensinya, MarkPlus, Inc. memberikan Marketing Continuity Brand (MCB) Appreciations kepada PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dalam webinar Marketeers iClub bertajuk The Surviving Tactic: low Budget, High Intimacy, Jumat (8/5/2020).

WEGE mendukung pemerintah untuk menanggulangi Pandemi COVID-19 ini dengan membangun rumah sakit, baik dari awal perencanaan maupun merenovasi untuk dialih fungsikan.

WEGE telah menyelesaikan pembangunan Ruang Observasi dan Pusat Karantina Corona milik Kementerian PUPR di Pulau Galang Batam dengan menggunakan Modular sebanyak 372 unit, untuk membangun gedung dua lantai dengan kapasitas tampung kurang lebih 360 tempat tidur. Dengan teknologi modular, WEGE dapat menyelesaikan pembangunan Pusat Observasi dan Karantina itu dalam delapan hari.

“Teknologi modular ini sudah kami kembangkan sejak semester dua tahun 2019 sebelum pandemi ini terjadi. Semua lisensi sampai hak paten sudah kami pegang. Ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif kami. Dan, ini kemudian kami terapkan dalam membangun rumah-rumah sakit darurat COVID-19 saat dibutuhkan,” ujar Nariman Prasetyo, Direktur Utama WEGE.

Nariman menambahkan, WEGE siap mendukung target pemerintah untuk membangun RS terkait Covid 19 tepat waktu dengan tetap mengutamakan safety dan quality di setiap pekerjaan agar pelayanan RS dan tenaga medis nantinya dapat maksimal dalam melayani pasien Covid 19.

“Terkait mutu dan waktu pengerjaan, WEGE optimis dapat memenuhi harapan pemerintah tersebut, karena WEGE dapat mengaplikasikan teknologi modular yang telah WEGE miliki, melalui modular pembangan RS dapat dikerjakan sangat cepat dengan mutu yang lebih baik (fabrikasi atau offsite Construction),” imbuh Nariman.

Tidak hanya itu, WEGE pun ditunjuk oleh pihak Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) untuk merenovasi dan Alih Fungsi RSPJ menjadi Rumah Sakit Khusus COVID-19 sebagai pembangunan tahap 1 sedangkan tahap 2, WEGE membangun Rumah Sakit Lapangan menggunakan Modular dengan kapasitas 90 tempat tidur yang berlokasi di halaman Hotel Patra Jasa Jalan Ahmad Yani Jakarta Pusat.

Selain itu, WEGE mengerjakan renovasi ruangan yang telah dialih fungsikan sebagai Ruang Isolasi High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di lantai 4 Gedung Kiara RSCM yang diperuntukkan khusus pasien COVID-19.

Saat ini, WEGE juga sedang menyelesaikan proyek serupa yaitu renovasi Gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi Unair menjadi Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya (RSPTI UNAIR) yang berlokasi di Kampus C UNAIR Jalan Mulyorejo Surabaya Jawa Timur dan Rumah Sakit Fasilitas Tanggap Darurat Covid-19 di Ex Lapangan Bola Pertamina Simprug, Jl. Sinabung II Terusan Simprug, Jakarta Selatan dengan menggunakan teknologi modular. WEGE juga sedang melakukan pembangunan fasilitas isolasi/observasi terhadap penyakit infeksi corona di Kabupaten Lamongan.

MARKETEERS X








To Top