WFH Jadi Tren, Tapi Permintaan Coworking Space Diperkirakan Tetap Moncer

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
09 Desember 2021
marketeers article
People working in modern agency relaxing during lunch break
Pandemi COVID-19 yang merebak selama dua tahun telah menciptakan kebiasaan baru dalam bekerja, yakni bekerja dari rumah atau work from home. Kebiasaan ini diperkirakan akan terus menetap dalam jangka waktu yang lama meskipun wabah mulai teratasi.
Lalu, bagaimana dengan nasib industri ruang kerja bersama atau coworking space yang sempat tenar sebelum wabah merebak? Co-Founder & CEO of Kumpul Faye Wongso mengaku optimistis industri ini tak akan pernah mati meskipun dihantam pandemi. Bahkan, ia memperkirakan era kejayaan bisnis tempat kerja akan dimulai ketika masyarakat sudah bisa hidup berdampingan dengan COVID-19.
“Saya rasa di tahun-tahun setelah pandemi bisa diatasi dan orang lebih menerima hidup bersama pandemi ini akan menjadi golden era untuk coworking space. Jadi nanti orang bukan lagi cuma merasa dia harus bekerja lima hari kerja tapi mungkin kerjanya mungkin tiga hari di rumah dua hari di luar,” ujar Faye dalam kegiatan MarkPlus Conference 2022 secara virtual di Jakarta, Kamis (9/12/2021).
Dari penuturan Faye, bisnis perkantoran masih diminati investor dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi sempat menyentuh level 5,3% saat pandemi merebak. Sehingga, ia menyimpulkan para pemodal masih memiliki dana yang cukup mengembangkan bisnis.
Kendati demikian, mereka cenderung menahan uangnya utuk mencari bisnis-binis yang lebih murah dengan prospek yang lebih baik. “Tapi, kalau mau dilihat sebenarnya perputaran uang melihat data development-nya Indonesia itu sudah bagus banget 5,3%. Jadi, uang dan investasi ada, cuma investornya lagi pilih-pilih. Mungkin mereka bisa mendapatkan good deals,” ujarnya.
Tak hanya itu, keyakinan Faye terhadap industri ini lantaran bekerja pada coworking space telah menjadi gaya hidup dan gaya bekerja masyarakat di kota-kota besar. Apalagi, untuk perusahaan rintisan atau startup yang biasanya lebih suka berkantor pada ruang-ruang tersebut.
“Kenapa coworking juga dibilang sebagai platform atau tempat yang lumayan ideal untuk startup bekerja? Karena startup ini dia seperti kucing yang lincah, terus tiba-tiba dilempar dari balkon dia bisa berdiri lagi empat kaki. Nah, ini yang memungkinkan startup seperti itu adalah  bertemu banyak orang, ketemu banyak channel, dan mendatangkan banyak ide. Biasanya tempat-tempat seperti coworking menyediakan hal itu,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related