Automotive

Zurich Indonesia Tangkap Peluang Pertumbuhan Otomotif Nasional

Foto: Zurich Indonesia

Pasar otomotif nasional mulai menunjukkan perbaikan setelah terpukul cukup dalam akibat pandemi COVID-19. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil baru per November 2021 sudah lebih dari 760 ribu unit atau tumbuh sekitar 66,5% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Kondisi ini menjadi kabar baik bukan hanya untuk para pabrikan otomotif, tetapi juga pelaku industri terkait lainnya, seperti Zurich Indonesia sebagai perusahaan asuransi kendaraan.

“Tahun 2021 performa otomotif Indonesia mulai membaik. Bahkan cukup baik jika dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Tercatat, penjualan domestik kita menjadi yang tertinggi dengan angka penjualan 703.089 unit selama periode Januari-Oktober 2021,” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo pada acara bincang virtual yang digelar oleh Forum Wartawan Otomotif (Forwot) bersama Zurich Indonesia, Rabu (22/12/2021).

Angka ini lebih tinggi dibanding pesaing utama Indonesia, yakni Thailand yang mencatatkan penjualan domestik sebesar 596 ribu unit. Meski begitu, angka produksi Indonesia harus diakui masih di bawah Thailand. Data menunjukkan, Thailand mampu memproduksi kendaraan hingga 1,3 juta unit sampai dengan Oktober 2021. Sementara Indonesia masih di angka lebih dari 892 ribu unit.

“Tren positif dari industri otomotif juga memengaruhi industri asuransi kendaraan. Menurut data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, asuransi kendaraan bermotor, masih menjadi portofolio asuransi tertinggi nomor dua di bawah asuransi harta benda. Sekitar 20,3% dari asuransi kendaraan. Tahun sebelumnya bisa lebih dari 23%. Kami tetap percaya portofolio asuransi kendaraan masih akan mendominasi. Di Zurich, asuransi kendaraan mendominasi hingga 48%,” ujar Wayan Pariama, Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.

Performa ini menyusul kondisi konsumen Indonesia yang 85% melakukan pembelian mobil baru melalui proses pembiayaan dari perusahaan leasing atau perbankan dengan tenor rata-rata mencapai tiga sampai empat tahun. Kondisi ini membuka lebar untuk bisnis asuransi kendaraan.

“Di banyak negara maju, setiap mobil harus sudah berasuransi. Kami pun perlu mengedukasi konsumen di Indonesia. Tak hanya pasar mobil baru, kami juga bekerja sama dengan partner penjualan mobil bekas, seperti OLX dan yang lainnya,” lanjut Wayan.

Kanal distribusi yang dimiliki oleh Zurich Indonesia sudah melingkupi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Ekosistem yang kuat ini terwujud setelah Zurich Group pada tahun 2019 mengakusisi PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) dan resmi beroperasi dengan nama menjadi PT Zurich Asuransi Indonesia pada 1 November 2021.

“Meski kami mendapatkan konsumen dari perusahaan leasing atau pun perbankan, kami tetap membangun Customer Centric Strategy. Kami harus memahami nasabah, keinginan mereka, dan fitur apa saja yang dibutuhkan. Di sini, berbagai inovasi telah dilahirkan.  Contohnya, nasabah bisa melakukan klaim asuransi lewat mobile phone melalui Autocillin Mobile Claim. Layanan ini kami komunikasikan melalui kampanye Satu Jari Cukup. Ke depan, kami mengembangkan lagi berbagai fasilitas,” tutup Wayan.

The Latest

To Top