4 Langkah Mudah Mendapatkan Pinjaman Usaha untuk UMKM

marketeers article
Ilustrasi pinjaman UMKM/ (FOTO: HSBC)

Membangun atau mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kerap terbentur oleh persoalan modal. Karena, kebutuhan permodalan lewat pinjaman usaha kerap ditolak oleh lembaga keuangan karena sejumlah faktor.

Hal itu pun mendorong Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) untuk berbagai informasi demi memudahkan pelaku UMKM mendapat akses permodalan. Dikutip dari website HSBC Indonesia pada Selasa (27/2/2024), berikut merupakan sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar dapat dengan mudah memperoleh pinjaman usaha:

1. Tentukan Jenis Pinjaman yang Dibutuhkan
Secara umum, ada dua jenis pinjaman usaha bagi UMKM, yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Kredit Modal Kerja ditujukan untuk menambah modal, atau bahkan bisa menjadi modal awal jika Anda belum memiliki modal sama sekali. Pihak bank biasanya memberi jangka waktu selama satu tahun untuk jenis pinjaman ini.

BACA JUGA: Modalku Telah Salurkan Pinjaman Rp 50 Miliar ke UMKM Lokal

Sementara Kredit Investasi merupakan pinjaman usaha yang biasanya digunakan oleh debitur yang sudah memiliki modal, namun ingin mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Untuk jenis pinjaman ini, umumnya bank memberi jangka waktu hingga lima tahun. Pilihlah di antara dua jenis pinjaman usaha itu yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

2. Ajukan Pinjaman dengan Agunan atau Tanpa Agunan
Pinjaman usaha dengan agunan maupun tanpa agunan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cermati kedua faktor itu sebelum memutuskan.

Pinjaman dengan agunan memiliki kelebihan berupa bunga yang rendah, jangka waktu yang cukup panjang, dan jumlah pinjaman yang besar sesuai dengan jaminan yang diberikan. Kekurangannya terletak pada proses pencairan dananya yang cukup rumit karena kreditur akan memperhitungkan banyak hal, termasuk melakukan survei.

Sedangkan kredit tanpa agunan memiliki kelebihan dalam hal kemudahan meminjam uang tanpa jaminan dan proses pencairan dana yang terbilang cepat. Namun, sebagai kekurangannya, pinjaman tanpa agunan akan menetapkan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman yang lebih pendek. Selain itu, jumlah pinjamannya lebih kecil dibandingkan pinjaman dengan agunan.

3. Siapkan Persyaratan dan Dokumen yang Dibutuhkan
Untuk kemudahan dan kelancaran mengajukan pinjaman usaha, pastikan pengajuan itu telah dibekali dengan semua persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Setidaknya ada enam dokumen yang menjadi persyaratan, yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), rekening koran 3 bulan terakhir, kelengkapan surat usaha serta laporan transaksi dan dokumen rencana investasi.

4. Memahami Konsep 5C
Konsep ‘Capacity, Collateral, Character, Conditions, dan Capital‘ atau yang di dunia usaha lebih dikenal dengan 5C sangat penting untuk dipahami. Sebab, kelima hal itulah yang akan diperhitungkan pihak bank sebelum menentukan suatu UMKM layak atau tidak mendapat pinjaman usaha.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Kredit yang Perlu Diketahui Sebelum Mengajukan Pinjaman

Aspek Capacity sendiri merupakan aspek terkait dengan kemampuan untuk mengembalikan dana pinjaman usaha. Biasanya aspek ini dilihat dari cara pengelolaan keuangan.

Kemudian, aspek Collateral merupakan aspek yang terkait aset yang dimiliki yang bisa dijadikan jaminan pinjaman. Lalu aspek Character adalah penilaian berdasarkan kepribadian, di antaranya berupa latar belakang dan kehidupan sehari-hari,

Sedangkan, aspek Condition adalah aspek terkait situasi pasar yang mempengaruhi usaha dan aspek Capital merupakan aspek menyangkut nilai bersih usaha dan hak yang melekat dalam usaha tersebut.

Related

award
SPSAwArDS