5 Tips Mencegah Impulsive Buying, Hati-hati Jebakan Marketing Psikologis

marketeers article
Ilustrasi impulsive buying. (Sumber: 123rf)

Impulsive buying adalah istilah bahasa asing yang berarti belanja impulsif. Istilah ini berkaitan kebiasaan belanja seseorang yang terjadi karena dorongan emosi dan hasrat tanpa ada perencanaan. Lantas, bagaimana mencegah impulsive buying?

Secara definisi, impulsive buying adalah perilaku konsumen yang membeli produk secara tiba-tiba dan tanpa perencanaan yang matang. Dengan kata lain, perilaku ini terjadi karena adanya godaan yang kuat untuk membeli produk tertentu secara tiba-tiba.

Perilaku impulsive buying dapat terjadi di berbagai situasi, baik belanja online maupun ke toko fisik. Biasanya, perilaku ini disebabkan karena melihat iklan produk yang menarik, atau terpengaruh oleh penawaran diskon atau promosi yang menarik. Untuk itu, pembelian impulsif dinilai dapat memengaruhi keputusan konsumen dan meningkatkan penjualan produk.

BACA JUGA Belanja Pakai Paylater? Pertimbangkan 4 Risiko Ini

Faktanya, kebiasaan impulsive buying dapat memberikan dampak yang buruk bagi pelakunya. Karena, kebiasaan ini cenderung membuat pelaku membeli produk sesuai keinginan bukan berdasarkan kebutuhannya, sehingga menimbulkan pemborosan dan mengancam kesehatan finansial.

Tips mencegah impulsive buying

Untuk menghentikan perilaku impulsive buying, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kebiasaan ini di kemudian hari. Dirangkum dari berbagai sumber, simak beberapa tipsnya.

1. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan

Tips pertama yang perlu diperhatikan untuk mencegah impulsive buying adalah harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan dalam hidup. Dengan begitu, setiap pengeluaran dan pemasukan akan teralokasi secara tepat. Sehingga, dapat membantu menghindari barang-barang yang tidak penting dan tidak diperlukan.

BACA JUGA Live Shopping: Metamorfosis Belanja Online

2. Susun skala prioritas

Selanjutnya, susun skala prioritas untuk setiap barang yang akan dibeli. Dengan mengetahui prioritas, maka bisa bantu mengontrol diri sebelum membeli barang-barang sesuai kebutuhan.

3. Batasi penggunaan kartu kredit dan pembayaran online

Transaksi secara online memang terasa memudahkan, akan tetapi fitur ini kerap membuat seseorang sulit mengontrol diri. Karena, seseorang tidak dapat merasa esensi kehilangan uang seperti uang tunai. Untuk itu, disarankan menghindari aktivitas impulsif, sebaiknya melakukan pembayaran secara tunai.

4. Tahan diri dari layanan Paylater

Selanjutnya, usahakan untuk menahan diri dari adanya layanan paylater. Ada baiknya untuk memanfaatkan layanan ini secara bijak, seperti menggunakan ketika dalam keadaan mendesak.

5. Lindungi diri dari jebakan strategi marketing psikologis

Terakhir, lindungi diri dari jebakan strategi marketing psikologis yang sering dilakukan oleh para pengusaha. Adapun upaya yang bisa dilakukan meliputi hindari sales yang menawarkan sesuatu, atau ketika terbesit keinginan untuk membeli, segera menjauh dari tempat perbelanjaan tersebut.

Kesimpulannya, impulsive buying adalah perilaku konsumen yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian dan pengeluaran uang. Namun, dengan menyadari risiko pembelian impulsif dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, konsumen dapat menghindari dampak negatif dan membuat keputusan pembelian yang lebih rasional dan terencana.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS