Apa dan Bagaimana Metode Layanan Marketplace NFT seperti OpenSea?

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
28 Juli 2022
marketeers article
Ilustrasi platform penyedia layanan marketplace NFT OpenSea. (FOTO: 123RF)
Keberadaan sebuah platform dan layanan marketplace bernama OpenSea mengambil tempat dalam pembicaraan mengenai aset kriptografis non-fungible token (NFT) di Indonesia. Perbincangan mengenai NFT itu memanas usai seorang kreator bernama Ghozali Everyday, meraup pendapatan hingga miliaran rupiah usai menjual karya kriptografisnya.
Ghozali menjual karya NFT berupa foto diri yang dikumpulkan selama beberapa tahun melalui layanan platform marketplace OpenSea, yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Keberadaan marketplace seperti OpenSea memberi ruang bagi pemilik aset dan pembuat (kreator) NFT untuk menawarkan kepada pembeli.
Sebelum menjual berbagai karya dalam bentuk NFT, OpenSea sebagai marketplace juga menyediakan layanan melakukan minting bagi para kreator. Dilansir oleh Marketeers dari berbagai sumber, proses minting menjadi langkah awal bagi pemilik berkas visual, audio, hingga audio visual untuk dikonversi dan diunggah menuju blockchain sebagai NFT.
Aset NFT akan melebur ke dalam blockchain Ethereum sekaligus menjadi basis pencatat transaksi berupa penjualan dan pembelian sebuah karya seni digital. Setiap kreator atau operator marketplace NFT yang menyediakan jasa tersebut harus mengeluarkan gas fee bergantung pada ukuran berkasnya.
Untuk membayar gas fee dalam layanan proses minting, setiap marketplace seperti OpenSea menggunakan cryptocurrency, atau yang di Indonesia disebut sebagai aset kripto, sebagai basis pembayaran. Hal yang sama berlaku kepada setiap kreator dan calon pembeli maupun peminat (kolektor) dalam melakukan transaksinya.
Karena alasan tersebut, untuk menggunakan fasilitas dan layanan marketplace NFT seperti OpenSea, pengguna baik kreator maupun kolektor diharuskan terlebih dahulu memiliki akun atau dompet digital khusus aset kripto. Kebanyakan aset kripto yang digunakan untuk membayar gas fee ketika minting adalah Ethereum (ETH) dan Binance Coin (BNB).
Layanan maupun platform marketplace untuk pegiat ekosistem kemudian juga berkembang di Indonesia. Mereka bertumbuh dengan menghadirkan layanan serta kemudahan bagi peminat aset kriptografis di Tanah Air, maupun masyarakat yang masih awam terhadap ekosistem blockchain.
Artikel lengkap mengenai perkembangan layanan maupun pengertian platform marketplace NFT ini, dapat Anda baca dalam majalah Marketeers edisi Februari 2022 bertajuk Metaverse Anyone?; yang bisa diperoleh di sini
Editor: Ranto Rajagukguk

Related