Lifestyle & Entertainment

Apa Kabar Nasib Bisnis Ritel Mitra Adiperkasa?

Photo Credits: 123rf

Pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan bagi bisnis PT Mitra Adiperkasa Tbk, (MAP). Perusahaan ritel ini mengalami penurunan pencapaian keuangan di semester pertama 2020.

Pendapatan bersih MAP di semester pertama 2020 menyentuh Rp 6,79 triliun atau turun dari semester pertama 2019 yang mencapai Rp 10 triliun. Margin laba kotor semester pertama turun dari 49,3% menjadi 42,6%. Sementara, rugi usaha tercatat Rp 330,9 miliar, dan EBITDA Rp 893,9 miliar menurun 35,5% dibandingkan Rp 1,39 triliun pada semester pertama 2019.

Rugi bersih MAP untuk periode berjalan mencapai Rp 455,8 miliar, namun sebelum penerapan PSAK 73, rugi bersih MAP seharusnya Rp 375,4 miliar.

Pada kuartal II 2020, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2,08 triliun atau menurun dari Rp 5,34 triliun dibandingkan kuartal II 2019 yang diakibatkan oleh penutupan sebagian besar gerai pada periode tersebut dikarenakan pandemi COVID-19.

Seiring upaya MAP untuk meningkatkan penjualan dan mengurangi tingkat aging stocks, margin laba kotor terkena dampak dari yang sebelumnya 51,4% pada kuartal II 2019 menjadi 35,7%. Sementara, rugi usaha tercatat sebesar Rp 492,3 miliar dengan EBITDA Rp 114,4 miliar, dan rugi bersih Rp 483,1 miliar.

“Perusahaan telah mengambil langkah tanggap untuk memperkuat bisnis dengan mengerahkan seluruh kemampuan omnichannel merek-merek kami,” tutur Ratih D. Gianda, VP Investor Relations & Corporate Communications MAP Group dalam keterangan tertulis kepada Marketeers, Senin (03/08/2020).

Menurut Ratih, diigitalisasi menjadi pusat seluruh keputusan investasi di masa mendatang. Untuk itu, MAP tengah melakukan reorganisasi untuk mengurangi beban usaha secara substansial, termasuk remunerasi dan beban sewa, serta membatasi capital expenditures.

Seiring perubahan perilaku pelanggan yang bergerak ke ranah daring, bisnis e-Commerce MAP pun menunjukkan pertumbuhan pesat. MAP telah memaksimalkan kanal-kanal distribusi digital perusahaan, termasuk program Chat & Buy.

Fitur ini memungkinkan pelanggan untuk berbelanja melalui WhatsApp. MAP juga bekerja sama dengan marketplace dan perusahaan layan antardaringuntuk memaksimalkan penjualan dan distribusi digital.

Alhasil, MAP mencatatkan peningkatan penjualan daring dan jumlah pelanggan. Hal ini terlihat dari total penjualan e-Commerce MAP yang naik 400% pada semester pertama 2020. Sementara, di kuartal II 2020 meningkat lebih dari 600% year-on-year.

“Perusahaan akan terus memanfaatkan kekuatan tiga juta anggota MAP Club sebagai kendaraan MAP untuk menjadi perusahaan omnichannel yang lebih memanfaatkan data,” ujar Ratih.

MARKETEERS X








To Top