ASDP Terapkan Pembayaran Cashless di 12 Pelabuhan

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
22 Juni 2022
marketeers article
Sumber gambar: 123rf
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengakselerasi program digitalisasi pembayaran tiket penyeberangan. Hingga saat ini perusahaan telah merealisasikan 12 pelabuhan atau sudah mencapai 71% dari target sebanyak 17 pelabuhan yang menerapkan sistem pembayaran secara cashless.
Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP mengatakan, ASDP konsisten untuk terus memperluas penerapan digitalisasi pembayaran tiket penyeberangan. Tujuannya agar masyarakat semakin dimudahkan dengan layanan yang diberikan perusahaan.
Alhamdullilah, kini pengguna jasa feri di Bira dan Pamatata kini dapat memanfaatkan channel pembayaran non-tunai baik melalui virtual account, kartu prepaid, dan layanan dompet elektronik. Kami melihat masyarakat semakin teredukasi dan antusiasme terus meningkat. Mereka membeli tiket feri dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat,” ujar Arifin melalui keterangannya, Rabu (22/6/2022).
ASDP terus memacu penerapan digitalisasi pembayaran tiket penyeberangan sebagai bentuk consistent excellence atas layanan bermutu prima yang dihadirkan perusahaan bagi pengguna jasa, termasuk di Pelabuhan Bira dan Pamatata. Melalui penerapan digitalisasi dalam transaksi pembayaran, perusahaan ingin meningkatkan customer experience para pengguna jasa. Sebab, dalam tiga tahun terakhir, masyarakat semakin melek dengan perubahan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dari 17 pelabuhan yang ditargetkan menerapkan pembayaran cashless tahun ini sudah terlaksana di 12 Pelabuhan yakni Bira dan Pamatata (Selayar), Pelabuhan Jepara dan Karimun Jawa (Jepara), Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang (Batulicin), Pelabuhan Bajoe dan Kolaka (Bajoe), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape). Sedangkan tujuh pelabuhan yang akan menyusul adalah Pelabuhan Tanjung Kalian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).
Adapun metode pembayaran non tunai yang diterapkan ASDP terdiri dari payment link melalui opsi layanan virtual account, lalu kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA, serta layanan dompet elektronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana.
Penerapan metode cashless di penyeberangan ini sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital di tengah pandemi COVID-19 yang juga telah mengubah cara bertransaksi masyarakat, dari sebelumnya konvensional menjadi non tunai.
“Saat akan melakukan transaksi pembayaran, penumpang wajib membawa identitas diri, mengisi manifes saat membeli tiket, dan menyiapkan pembayaran baik melalui transfer VA, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup,” imbuh Arifin.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related