Barisan EV Komersial yang Tampil di GIICOMVEC 2024

marketeers article
Mitsubishi L100 EV dalam GIICOMVEC 2024. (FOTO: Marketeers/Eric)

Selain hadir sebagai pendorong pasar kendaran komersial, GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2024 juga menampilan sejumlah electric vehicle (EV) yang diharapkan bisa berperan dalam mendukung ekosistem green mobility.

Karenanya, pameran rutin ini diwarnai dengan sejumlah produk EV komersial. Pada GIICOMCEV 2024 yang digelar sejak 7 Maret hingga 10 Maret 2024 tersebut, sejumlah merek yang menampilkan EV adalah Mitsubishi Fuso, Mitsubisi Motors, Foton dan AMP.

EV komersial
eCanter NextGen (FOTO: Marketeers/Eric)

Mitsubishi Fuso sendiri menawarkan gebrakan lewat produk an eCanter Next Generation (NextGen) yang hadir dalam spesifikasi yang makin unggul dan dinilai sudah cukup cocok untuk mulai dipasarkan di Indonesia.

BACA JUGA: Lolos PoC, FUSO Pastikan eCanter Mulai Dijual di Indonesia pada 2024

Truk listrik NextGen ini sendiri telah dibekali teknologi baru yakni eAxle. Teknologi eAxle sendiri adalah teknologi canggih yang hadir dengan driveline ringkas tanpa propeller shaft.

Teknologi eAxle menawarkan beragam keunggulan mulai dari biaya perawatan yang lebih rendah, mudah diservis, halus, gesit, dan akselarasi yang smooth. Dengan teknologi itu, maka truk yang sudah merambah pasar Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru tersebut bisa jadi truk yang nyaman, green sekaligus efisien.

Selain itu, eCanter NextGen yang akan dipasarkan di Indonesia lewat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) ini juga menawarkan opsi baterai yang sesuai dengan selera dan kebutuhan. Dengan begitu, konsumen bisa membeli truk listrik ini dengan anggaran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

BACA JUGA: Pemerintah Harapkan GIICOMVEC Bisa Dorong Ekosistem Green Mobility

Opsi baterai yang ditawarkan hadir dalam 3 pilihan mulai dari S, M dan L. Untuk baterai kecil atau S, daya jelajahnya sekitar 100 kilometer. Sedangkan ukuran M dan L punya daya jelajah sekitar 150 kilometer dan 200 kilometer.

Mitsubishi L100 EV
Mitsubishi L100 (FOTO: Marketeers/Eric)

Selanjutnya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menampilkan L100 EV yang hadir sebagai kendaraan niaga ringan model kei-car berbasis baterai.

Atsushi Kurita, Presiden Direktur MMKSI mengatakan, GIICOMVEC 2024 menjadi platform yang sempurna bagi Mitsubishi untuk memamerkan kendaraan komersial EV terbaru kepada pelanggan fleet.

“Kami telah mulai menjual model ini sejak bulan Februari lalu, sebagai langkah penting untuk memberdayakan para pengusaha dan pemilik bisnis di seluruh negeri,” kata Atsushi Kurita dalam keterangan pers kepada Marketeers.

BACA JUGA; Strategi Mitsubishi Awali Elektrifikasi lewat L100 EV

Produk ini merupakan bagian dari inisiatif lingkungan Mitsubishi Motors untuk mengurangi emisi CO2 di penggunaan komersial. Sejak akhir tahun lalu, Mitsubishi L100 EV mulai diproduksi di pabrik Mitsubishi di Bekasi, di mana Indonesia adalah negara pertama yang memproduksi model ini di luar Jepang.

L100 EV hadir dengan paket menarik, dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis, menawarkan serangkaian manfaat dan fitur yang disesuaikan untuk mendorong kesuksesan usaha.

EV komersial
Foton eView. (FOTO: Marketeers/Eric)

Selanjutnya, merek lain yang juga menawarkan EV komersial adalah Foton. Merek Cina ini pun terlihat cukup agresif dalam menyasar pasar EV komersial lewat penyajikan sejumlah produk sekaligus seperti Foton eTruckmate, Foton eAumark dan Foton eView.

BACA JUGA: Demi Keselamatan, DCVI Dorong Regulasi Soal Modifikasi Bus

Produk itu dipasarkan dengan harga mulai dari sekitar Rp 300 juta hingga Rp 600 juta. Kehadiran line-up yang cukup beragam pun diharapkan bisa membuat Foton mampu mengakomodasi kebutuhan EV komersial di beragam segmen.

EV komersial
Truk listrik AMP. (FOTO: Marketeers/Eric)

Sementara itu, bagi pelaku usaha yang ingin melakukan konversi kendaraan listrik, hal itu bisa diakomodasi oleh merek AMP (Adaptive Mobility Power). Dalam GIICOMVE 2024, AMP hadir untuk mengajak para pemilik bus dan truk dengan mesin diesel untuk mengubahnya menjadi bus listrik atau truk listrik.

Di pameran yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC) itu, AMP menampilkan produk truk hasil konversi. Produk itu merupakan truk Mercedes Benz Axor yang telah dikonversi menjadi truk listrik.

Konversi itu sendiri dilakukan dengan biaya sekitar Rp 1,4 miliar. Lewat konversi yang dilindungi garansi 5 tahun tersebut, Mercedes Benz Axor itu kini tampil tanpa emisi dan mengalami peningkatan performa dari 238 daya kuda menjadi 348 daya kuda.

Related

award
SPSAwArDS