BCA Melawan Penipuan Lewat Strategi Omnichannel

marketeers article
Ilustrasi: 123RF

Industri perbankan menjadi salah satu sektor yang sangat rentan menghadapi penipuan dari oknum-oknum tak bertanggung jawab. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi pelopor perlawanan terhadap penipuan melalui strategi omnichannel.

Sejak tahun 2018, BCA rutin melakukan kampanye anti-fraud dengan tagar #AwasModus, di mana kampanye dijalankan secara berkelanjutan (always on). Pasalnya, seiring dengan berjalannya waktu, bentuk-bentuk penipuan pun makin beragam melalui social engineering. Modusnya, para pelaku memberikan iming-iming atau berita buruk untuk menggiring korban agar mau memberikan data-data pribadi, seperti nomor kartu ATM, PIN, Password dan kode OTP, baik secara lisan maupun mengisi pada sebuah link yang diberikan.

BACA JUGA: Strategi BCA Lindungi Nasabah dari Potensi Kerugian saat Investasi

Bahkan, tak jarang para penipu memasang hal-hal yang sifatnya, berbayar seperti memasang iklan hingga membuat situs khusus seakan-akan penawaran tersebut bersifat resmi. Ini menyebabkan banyaknya korban. Puncaknya terjadi pada Juni 2022 dengan menelan ratusan korban dari nasabah BCA dengan angka kerugian lebih dari Rp 10 miliar.

BCA OMNI
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meraih penghargaan MOBY 2023. (Foto: Marketeers/Nugraha)

Norisa Saifuddin, Senior Vice President Bank BCA menuturkan, maraknya penipuan lantaran masih rendahnya literasi atau awareness tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data, dan kewaspadaan terhadap modus penipuan social engineering. Perusahaan akhirnya berupaya meningkatkan anti fraud awareness ini dengan cara mengadopsi omnichannel agar dapat menjangkau masyarakat Indonesia, baik nasabah maupun non nasabah.

BACA JUGA: Siasat Unik BCA Digital Bidik Segmen Pasar Mahasiswa

“Kampanye #AwasModus yang dijalankan selama tahun 2022 mengadopsi omnichannel. Ketika seseorang membuka media sosial, edukasi #AwasModus hadir dalam bentuk video. Ketika membuka portal media publisher, edukasi kami hadir dalam bentuk artikel. Kami juga berkolaborasi dengan para influencer dan beberapa stasiun televisi untuk ikut memberikan edukasi,” kata Norisa.

Inisiatif yang dilakukan BCA pada akhirnya berjalan dengan lancar. Hal ini tercermin dari edukasi anti fraud dapat menjangkau lebih dari 250 juta audiens sepanjang tahun 2022. Adapun aktivitas edukasi pemasaran omnichannel meliputi online activity dan offline activity.

Tak hanya itu, konten di sosial media juga meraih sambutan positif dari netizen dengan mendapatkan 88 juta impressions dan 8,4 juta penonton. Kemudian, pada website BCA kampanye ini dikunjungi sebanyak 1,8 juta kali secara organik.

Penerapannya dilakukan dari online ke offline dan dari offline ke online. Sehingga selain berguna untuk mengkomunikasikan melalui media sosial dan WhatsApp Group, secara periodik BCA mengadakan kopi darat atau kopdar dengan komunitas masyarakat antihoaks, komunitas otomotif dan lainnya. Pada sat kopdar, BCA saling berbagi pengalaman dan tips agar terhindar dari penipuan.

“Kemudian hasil dari acara kopdar tersebut diangkat lagi ke media digital, misalnya di Instagram story dan WA Group. Begitu saja terus berputar secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, Norisa menyebut, aktivitas edukasi pemasaran ini juga menggandeng influencer atau artis-artis papan atas, seperti Anggun, Iwan Fals, Mandra, Suti Karno, Andrew White, dan lain-lain. Termasuk pula menjalin kerja sama dengan stasiun TV dalam menyebarkan edukasi anti-fraud ke masyarakat.

“Dampak kolaborasi ini cukup besar. Misalnya, perhatian audiens terhadap edukasi anti-fraud ini menjadi lebih tinggi, dan sebarannya semakin merata menjangkau ke berbagai kelompok usia. Sehingga hasilnya menjadi lebih efektif dan terbukti berhasil menurunkan tren kasus,” pungkasnya.

Related

award
SPSAwArDS