Retail & Property

Bobobox Jajaki Bisnis Akomodasi di Rumah Sakit

Bobobox Donasi 100 Sleeping Pod ke Rumah Sakit di DKI Jakarta dan Jawa Barat

Mengawali bisnis hotel kapsul, startup akomodasi asal Bandung, Jawa Barat Bobobox sedang menjajaki peluang bisnis di segmen kebutuhan tempat istirahat di rumah sakit. Berbagai pendekatan pun mereka lakukan.

Salah satunya melalui program corporate social responsibility (CSR). Bersama Li Ka Shing Foundation, Bobobox mendonasikan 100 sleeping pod ke rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Kami percaya, bisnis ini bukan sekadar hotel kapsul. Banyak peluang bisnis yang bisa kami kembangkan. Segmen rumah sakit menjadi salah satu projek kami,” ujar Indra Gunawan, CEO Bobobox saat menggelar pertemuan virtual, Jumat (10/4/2020)

Meski begitu, saat ini fokus Bobobox adalah untuk memasang sleeping pod mereka sebanyak dan secepat mungkin sehingga dapat membantu tim medis dalam menangani pasien COVID-19.

Kamar tidur sementara ini berfungsi sebagai tempati stirahat para pekerja medis di sela-sela jadwal panjang dan padat mereka dalam menghadapi pandemi ini.

Dari 100 pod yang didonasikan, sudah 12 rumah sakit di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang akan dipasangkan. Mulai dari dua hingga 10 pod per rumah sakit yang akan didistribusikan.

“Kami tak akan berhenti sampai 100 pod ini. Kami akan meneruskan program ini untuk menjangkau lebih banyak lagi rumah sakit,” ujar Antonius Bong, President Bobobox.

Harapannya, program ini dapat membantu dokter dan tim medis dalam mendapatkan tempat istirahat yang nyaman, simpel dan efisien. Program ini mendapat sambutan hangat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat.  Eka Mulyana, Ketua Umum IDI Jawa Barat berharap program ini dapat berjalan lancar dan para tim medis dapat bekerja lebih efektif. 

Kondisi bisnis selama pandemi

Selama pandemi ini, bisnis perhotelan menjadi salah satu bisnis yang paling berdampak. Tidak terkecuali bagu bisnis hotel kapsul Bobobox. Meski begitu, Bobobox masih beroperasi. Dan, masih ada beberapa cabang yang masih bisa mengisi okupansi hingga 50%. 

“Kami masih akan mengoperasikan bisnis hotel sambil melakukan monitoring perkembangan COVID-19,” tutup Indra.

MARKETEERS X








To Top