Cegah Heatwave lewat Transportasi Hijau untuk Tekan Perubahan Iklim

marketeers article
Aerial view of high smoke stack with smoke emission. Plant pipes pollute atmosphere. Industrial factory pollution on Industry zone. Climate change, ecology

Heatwave atau gelombang panas tengah menjadi persoalan krusial di sejumlah negara karena telah menyebabkan kematian. Fenomena yang disebabkan oleh climate change atau perubahan iklim itu pun perlu menjadi pemicu agar rasa kepedulian lingkungan masyarakat bisa ditingkatkan.

Perubahan iklim sendiri banyak dipengaruhi oleh polusi kendaraan sehingga urgensi penerapan transportasi hijau jadi makin tinggi. Di satu sisi pengembangan mobil listrik bukan berarti tak ada kontroversi. 

Pasalnya, proses produksi dan sumber energi dari pembangkit tenaga listrik juga sempat dianggap membuat mobil listrik tidak benar-benar ramah lingkungan. Akan tetapi, sebuah riset yang menyeluruh telah berhasil menyanggah anggapan itu. 

BACA JUGA: Bikin Dehidrasi! Ini 5 Minuman yang Perlu Dihindari saat Cuaca Panas

Dikutip dari BBC, riset itu sendiri merupakan sebuah riset yang dilakukan oleh University of Nijmegen. Setelah melakukan kalkulasi yang cukup menyeluruh, terbukti electric vehicle (EV) menyumbang polusi yang jauh lebih minim dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil.

Ketua tim peneliti, Dr Florian Knobloch mengatakan penelitian ini dilakukan dengan kalkulasi yang menyeluruh dan mempertimbangkan skenario terburuk. 

“Kami tak hanya menghitung polusi yang dihasilkan dari penggunaan mobil listrik tapi juga dampak yang ditimbulkan dari rantai produksi hingga pengolahan limbah,” kata Dr Florian Knobloch.

BACA JUGA: Cuaca Panas Ekstrem? Lakukan Reapply Sunscreen dan Begini Caranya!

Awalnya, anggapan bahwa mobil listrik tidak terlalu hijau karena masih ada beberapa pembangkit listrik yang menggunakan sumber yang kurang ramah lingkungan. Dengan demikian, saat jumlah mobil listrik meningkat, maka konsumsi listrik untuk pengisian baterai juga akan melambung dan membuat pembangkit listrik lebih banyak mengeluarkan emisi.

Akan tetapi, kasus itu sebenarnya hanya terjadi di Polandia. Pasalnya, pembangkit listrik di negara itu mayoritas masih mengandalkan batu bara.

Selanjutnya, di negara lain yang sumber energi listriknya lebih beragam, mobil listrik diklaim mampu menekan polusi secara signifikan. Seperti di Perancis dan Swedia, penggunaan mobil listrik mampu menekan polusi hingga 70%. 

Adapun di Inggris, penggunaan mobil ramah lingkungan ini mampu menekan polusi hingga 30%. Hal ini terjadi karena negara-negara itu menggunakan nuklir dan beberapa sumber energi lain sebagai komponen dalam pembangkit listrik. 

Riset itu pun menyimpulkan 95% wilayah bumi akan jadi lebih bebas polusi dengan penggunaan kendaraan listrik. Oleh karena itu, penggunaan mobil listrik tetap dianggap sebagai sebuah instrumen penting demi memperlambat perubahan iklim. 

Riset ini pun memproyeksikan mayoritas kendaraan yang berada di jalanan adalah kendaraan listrik pada tahun 2050.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS