Cuaca Panas Bikin Mudah Haus, Waspada Keracunan Air Putih!

marketeers article
Ilustrasi minum di tengah cuaca panas yang berpotensi menyebabkan keracunan air (Foto: 123rf)

Cuaca panas yang belakangan ini melanda Indonesia tak ubahnya membuat orang merasa mudah haus. Ini merupakan respons yang wajar, sebab tubuh berusaha menormalkan suhu dengan mengeluarkan keringat yang menandakan perlu asupan air.

Namun, terlalu banyak minum justru bisa menyebabkan masalah kesehatan, bahkan sampai meregang nyawa. Sebagaimana dialami seorang perempuan asal Amerika Serikat (AS), yang pada Agustus lalu meninggal karena keracunan air.

Semua bermula ketika wanita bernama Ashley Summers itu tengah berjalan-jalan bersama keluarganya di Danau Freeman, Indiana. Ia merasa sakit kepala dan pusing, mirip seperti tanda-tanda dehidrasi.

BACA JUGA: Asam Lambung Bisa Sebabkan Muntah Darah, Benarkah?

Karena mengira dirinya dehidrasi di tengah cuaca panas, Summers pun langsung menenggak empat botol air dengan total dua liter dalam kurun waktu 20 menit. Setibanya di rumah, ia malah pingsan lalu meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

Dokter mendiagnosis Summers mengalami keracunan air putih alias hiponatremia. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai kondisi tersebut:

Apa Itu Keracunan Air?

Farrell dan Bower dalam Fatal Water Intoxication (2003) mendefinisikan keracunan air sebagai gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh konsumsi air terlalu banyak tanpa disertai dengan penambahan asupan garam harian.

Ketika terlalu banyak minum air putih, kadar natrium dalam tubuh akan terpengaruh, yakni menjadi terlalu encer. Padahal, natrium merupakan elemen penting untuk membantu menjaga keseimbangan cairan yang masuk dan keluar sel. 

Hal tersebut menyebabkan kondisi yang disebut hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah berada di bawah 135 milimol/liter. 

Saat kadar natrium turun, sel-sel tubuh dapat menyerap lebih banyak air sehingga menyebabkan pembengkakan. Sel-sel otak yang membengkak akan menyebabkan tekanan di dalam otak. 

Gejalanya meliputi kebingungan, kantuk, dan sakit kepala. Bahkan jika tekanannya meningkat, seseorang berisiko terkena hipertensi atau penurunan detak jantung.

BACA JUGA: Jarang Minum Tablet Penambah Darah Bisa Lahirkan Anak Stunting?

Gejala Keracunan Air

Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, gejala keracunan air bisa dilihat dengan adanya perubahan warna urine. Urine yang sehat berwarna kuning cerah, namun jika warnanya bening atau jernih, itu menandakan terlalu banyak minum air.

Seseorang yang terlalu banyak minum juga ditandai dengan sering bolak-balik ke toilet. Rata-rata orang hanya buang air kecil sebanyak 6-8 kali sehari, namun kalau lebih dari itu, bisa jadi pertanda kelebihan konsumsi air putih.

Minum terlalu banyak air menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras untuk membuang kelebihan cairan, bahkan tidak bisa mengeluarkannya. Dengan begitu, orang yang keracunan air akan merasa mudah lelah, lemah, mual, muntah, sampai diare.

Gejala lainnya yang muncul ketika kadar elektrolit turun akibat terlalu banyak minum air ialah keseimbangan tubuh akan menurun. Rendahnya kadar elektrolit dalam tubuh menyebabkan kejang otot dan kram.

Untuk menghindari kondisi tersebut, minumlah air putih secukupnya. The National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine AS merekomendasikan asupan cairan sebanyak 3,7 liter air per hari untuk pria dan 2,7 liter air per hari untuk wanita.

Demikianlah pembahasan mengenai kondisi keracunan air putih, yang rentan dialami saat cuaca panas ekstrem. Semoga bermanfaat!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS