Ekonomi RI Diperkirakan Capai 5,7%, Ini 5 Provinsi Pilihan Investor

marketeers article
Johanna Gani, Chief Executive Officer (CEO) Grant Thornton Indonesia. Sumber gambar: pers rilis.

Grant Thornton Indonesia dan Katadata Insight Center memprediksi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,3-5,7% pada tahun 2024. Hal ini didorong oleh gelombang belanja domestik dari adanya pemilihan umum (Pemilu) 2024, tren kenaikan realisasi investasi, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Johanna Gani, Chief Executive Officer (CEO) Grant Thornton Indonesia menjelaskan kedua hal tersebut mampu meningkatkan konsumsi masyarakat kelas menengah. Dia menyebut secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi RI Tumbuh 5,05% pada 2023 

“PDB Indonesia diperkirakan tetap kuat sepanjang tahun ini dengan pertumbuhan konsumsi yang didorong oleh Pemilu dan mendekati perayaan Idulfitri. Kelas menengah yang berkembang pesat diprediksi menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut,” kata Johanna dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional masih berada jauh di atas rerata pertumbuhan dunia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berada di level 3,1% pada tahun ini.

BACA JUGA: IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Dunia 3,1% pada 2024

Kabar yang lebih menggembirakan lagi, kata Johanna, ada berbagai sektor industri yang diperkirakan masih tumbuh positif sepanjang tahun. Adapun industri tersebut, yakni konsumsi logistik, transportasi, infrastruktur, media, tekstil, garmen, energi terbarukan, kesehatan, dan teknologi.

“Ekonomi global akan mengalami pertumbuhan moderat secara keseluruhan. Perbedaan kinerja di berbagai negara disebabkan karena dampak dari kebijakan moneter dan kondisi konflik geopolitik yang berkepanjangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Johanna bilang pada tahun ini ada lima provinsi yang bakal menjadi primadona investor. Di antaranya adalah Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Riau.

Setiap provinsi memiliki lanskap ekonomi yang unik dan menjanjikan, menawarkan beragam peluang investasi di Indonesia. Maluku Utara, misalnya, dikenal dengan industri nikel yang berkembang, menjadi pemain kunci di pasar global.

Sementara itu, Sulawesi Tengah menonjol dengan praktik agribisnis yang berkelanjutan secara strategis, meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan. Kalimantan Timur, dengan proyek IKN yang revolusioner, menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Provinsi Jawa Barat merupakan sentra manufaktur Indonesia, terus menarik investor dengan keahlian manufakturnya yang unggul dan potensi dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sedangkan Riau, dengan fokusnya pada praktik agribisnis yang berkelanjutan, menunjukkan komitmen terhadap keseimbangan lingkungan dan ekonomi.

“Sebagai titik fokus bagi investor domestik maupun asing yang mencari pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun 2024, provinsi-provinsi ini berada di garis depan narasi ekonomi dinamis Indonesia,” ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS