Erick Thohir Pertanyakan Nasionalisme Orang yang Tolak Hilirisasi

marketeers article
Erick Thohir, Menteri BUMN. Sumber gambar: pers rilis.

Pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri guna memberikan nilai tambah dari komoditas yang ada di Indonesia. Melalui program ini, seluruh hasil bumi akan diolah lebih dulu menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sebelum nantinya diekspor.

Erick Thohir, Menteri BUMN RI menuturkan, salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam melakukan hilirisasi, yakni pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik, Jawa Timur. Smelter tembaga ini ditargetkan rampung pada Mei 2024 dengan kapasitas produksi sebesar 1,7 ton per tahun serta Precious Metal Refinery sebesar 6.000 ton per tahun.

BACA JUGA: Erick Thohir Ungkap Mangrove RI Bisa Hasilkan Rp 257,6 Miliar

“Kalau ada pihak yang memprotes hilirisasi dan ingin kita terus menerus menjual bahan mineral mentah, saya rasa perlu dipertanyakan nasionalismenya,” kata Erick melalui keterangannya, Jumat (15/12/2023).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar dengan sumber daya mineral yang melimpah. Upaya hilirisasi menjadi komitmen Indonesia untuk tidak terus menjadi sapi perah.

BACA JUGA: Erick Thohir Klaim Pemerintah Turunkan 85% Kebakaran Hutan

Erick melanjutkan, kekayaan sumber daya alam perlahan akan habis. Tidak mungkin Indonesia terus menjual mineral mentah tanpa ada manfaat yang berkelanjutan, seperti penciptaan lapangan kerja maupun transfer teknologi.

Di sisi lain, Freeport Indonesia yang sahamnya kini 51% dimiliki Indonesia melalui BUMN Holding Pertambangan MIND ID, memiliki komitmen mendukung program hilirisasi melalui transfer teknologi dan pembangunan smelter. Ekspansi PT Smelting, dengan total kapasitas pemurnian mencapai 1,3 juta ton.

“Ini merupakan desain single smelter terbesar di dunia yang hingga November 2023. Adapun kemajuan pembangunannya sudah mecapai 82,74%,” kata Erick.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS