Forbes Sebut 5 Tren Kepemimpinan, Jadi Strategi Leadership Tahun 2024

marketeers article
Ilustrasi. (Sumber: 123rf)

Menjadi seorang pemimpin adalah proses pembelajaran panjang yang tidak pernah berhenti. Seorang pemimpin harus memiliki strategi leadership agar dapat selalu dinamis dan bekerja dengan efektif. 

Tahun 2024 hanya tinggal menghitung hari dan pastinya memunculkan harapan baru. Apa pun yang lakukan harus terus menjadi lebih baik seiring dengan berbagai perubahan yang mengikuti. 

Sebagai seorang pemimpin, strategi leadership Anda juga harus diperbarui. Forbes mengungkapkan terdapat lima tren kepemimpinan yang akan berkembang pada tahun 2024. Apa saja? Berikut penjelasannya:

1. Kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan

Isu mengenai kesejahteraan dan kesehatan mental menjadi makin berkembang dalam lingkungan kerja. Kepuasan karyawan menjadi tolok ukur yang penting dilakukan oleh perusahaan dan pemimpinnya

Wellbeing-focused leadership’ menjadi sebuah tren kepemimpinan yang layak menjadi strategi leadership bagi para pemimpin perusahaan, terutama ketika menghadapi isu krisis, biaya hidup, ketegangan politik, inflasi, dan pemecatan karyawan. 

Sebagai contoh, berdasarkan laporan Gallup State of the Global Workplace menyatakan sebanyak 57% pekerja Amerika Serikat dan Kanada mengalami stres bekerja. Jika dibiarkan, maka akan berdampak pada menurunnya kinerja perusahaan. 

Oleh karena itu, strategi leadership yang perlu dilakukan pada 2024 mendatang juga harus berfokus pada kesejahteraan karyawan. 

BACA JUGA: 5 Tips Sukses dalam Entrepreneurial Leadership, Penting Bagi Bisnis!

2. Kepemimpinan dengan dukungan AI

Semenjak teknologi artificial intelligence (AI) makin berkembang di pasar global, maka para pemimpin perusahaan harus juga dapat menjadikan AI sebagai alat bantu dalam bekerja. 

Strategi leadership Anda harus mulai berpandangan bahwa tim Anda harus mulai mengadopsi teknologi AI dan memanfaatkan big data agar dapat bekerja secara efektif, meningkatkan produktivitas, dan daya saing bisnis. 

3. Kepemimpinan dengan emotional intelligence

Setiap karyawan tentu membutuhkan seorang pemimpin yang empati, menyenangkan, menginspirasi, dan berkomunikasi dengan baik. 

Terlebih lagi, jika karyawan perusahaan Anda didominasi oleh para Gen Z, maka strategi leadership yang digunakan pun memerlukan pendekatan yang sedikit berbeda. 

Gen Z membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya berstatus sebagai atasan, tetapi juga mentor, coach, dan sahabat yang dapat memberikan mereka work-life balance. 

Dengan pendekatan emotional intelligence, Anda dapat menyatukan Gen Z dan baby boomers dalam lingkungan kerja yang suportif, positif, minim konflik, dan bisa menarik talenta lain di luar perusahaan Anda. 

BACA JUGA: 5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja!

4. Menekankan pada kesetaraan dan keberagaman

Isu equality (kesetaraan) dan diversity (keberagaman) di lingkungan kerja menjadi hal penting yang perlu perusahaan perhatikan. Leadership style yang dimiliki tak boleh lagi berfokus pada kelompok tertentu. 

Seorang pemimpin harus dapat memberikan ruang yang sama dan setara untuk seluruh karyawan yang bekerja. Tidak boleh ada lagi isu gender, ras, agama, dan lainnya yang bisa menghambat karyawan untuk bisa berkolaborasi dengan sesama. 

Strategi leadership ini bisa menarik talenta berkualitas dari beragam budaya dan menjadikan perusahaan lebih mengglobal. 

5. Pemimpin adalah seorang negosiator yang andal

Pada tahun 2024 mendatang, seorang pemimpin harus dapat menjadi negosiator yang andal untuk karyawannya. Berbagai isu di lingkungan kerja mungkin terjadi karena berbagai faktor, namun pemimpin harus cerdas dalam menyikapinya. 

Strategi leadership yang satu ini memerlukan kemampuan negosiasi yang dapat saling menguntungkan perusahaan juga karyawan agar kepuasan dalam bekerja dapat tercapai. 

Kesimpulannya, tidak ada yang mengetahui disrupsi apa yang akan segera terjadi pada tahun 2024 mendatang. Akan tetapi seorang pemimpin harus mulai memikirkan strategi leadership apa yang layak untuk Anda implementasikan.

Tujuannya agar seorang pemimpin mampu menghadapi berbagai peluang tantangan, baik dari segi kesejahteraan, perkembangan teknologi, emotional intelligence, hingga isu kesetaraan dan keberagaman. 

BACA JUGA: 3 Tips Negosiasi, Kendalikan Rasa Takut dan Yakinkan Lawan Bicara!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS