Good Governance, Kunci Untuk Bangun Kepercayaan

marketeers article
Good Governance Ilustrasi. | Foto: 123RF

Karakteristik good governance dapat terlihat dari sebuah perusahaan dalam pelaksanaan tata kelola. Dengan menerapkan good governance, perusahaan membangun kepercayaan sehingga dipercaya investor, masyarakat hingga pemerintah.

Dalam bisnis, terdapat istilah good corporate governance, yakni tata kelola perusahaan yang baik yang mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan. Biasanya, ini juga menjadi cara untuk memenuhi etika dan peraturan agar para pemimpin memiliki rasa tanggung jawab ketika memimpin.

Tata kelola perusahaan ini biasanya berisikan sistem peraturan, praktik, dan proses. Tata kelola ini juga mencakup hampir semua bidang manajemen, mulai dari action plan hingga pengendalian persoalan internal dan pengukuran kinerja.

BACA JUGA: PKT Ungkap Faktor Keberhasilan Menjaga Prestasi Perusahaan

Tata kelola bukan hanya tentang memastikan kesuksesan finansial dan umur panjang bisnis. Anda dan siapa pun di tim tata kelola harus mampu membuat keputusan tepat pada waktu yang tepat pula. 

Keuntungan Good Governance

Tata kelola ini membantu pemilik usaha selalu bertindak demi kepentingan terbaik untuk bisnisnya. Selain itu, hal tersebut juga dapat membantu meningkatkan performa bisnis, membuatnya lebih stabil, produktif, dan membuka peluang baru.

Selain itu, tata kelola yang baik juga mampu mengurangi risiko dan memungkinkan pertumbuhan bisnis lebih cepat dan aman. Hal terpenting lagi adalah meningkatkan reputasi perusahaan serta menumbuhkan kepercayaan. 

Itulah yang kemudian membuat bisnis bertahan lama.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Memperoleh Pertumbuhan Organik dalam Bisnis?

Tata kelola yang baik juga dapat membantu mengamankan investasi. Pasalnya, tata kelola ini menciptakan prosedur pelaporan formal yang jelas mengenai semua hal yang perlu diketahui investor. 

Investor cenderung memilih berinvestasi pada bisnis yang kredibel dengan arah yang jelas dan pengawasan baik. Jika mereka melihat tata kelola di bawah standar, bukan tidak mungkin mereka beranggapan bahwa bisnis tersebut berisiko dan meminta pengembalian dari investasi yang lebih tinggi atau bagian yang lebih besar.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related