Harga Pangan dan Tembakau Naik, Inflasi Desember Capai 2,61%

marketeers article
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Sumber gambar: Humas BPS.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Desember 2023 tingkat inflasi mencapai 2,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Adapun kontributor terbesar inflasi disebabkan oleh naiknya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,18%.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan secara umum pada periode tersebut tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,56 poin. Adapun dari sisi wilayahnya, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,08% dengan IHK sebesar 120,82 dan terendah terjadi di Bandung sebesar 0,63% dengan IHK sebesar 116,16.

BACA JUGA: Imbas Kenaikan Harga Pangan, Inflasi November 2023 Capai 2,86%

“Tingkat inflasi secara bulanan atau month to month (mtm) Desember 2023 sebesar 0,41% dan tingkat inflasi year to date (ytd) Desember 2023 sebesar 2,61%,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

Menurutnya, kelompok lain menyumbangkan inflasi terbesar, yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,55%. Kemudian, diikuti oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07%.

BACA JUGA: Tahun 2024, Inflasi di Negara Berkembang Diprediksi Capai 6,2%

Ada pula kelompok pendidikan sebesar 1,97%, kelompok kesehatan sebesar 1,94%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,69%, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,57%. Selanjutnya, kelompok transportasi sebesar 1,27%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,78%, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50%.

“Pada Desember 2023 tingkat inflasi komponen inti Desember 2023 sebesar 1,80%, inflasi bulanan sebesar 0,14%, dan inflasi sejauh ini sebesar 1,80%,” tutur Amalia. 

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS