Inventure-Alvara: 81,4% Masyarakat Indonesia Suka Konten Lokal

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
10 Februari 2022
marketeers article
Vector illustration of a film stripe reel on shiny blue movie background
Konten bernuansa lokal makin diminati oleh masyarakat. Hal tersebut didukung oleh  hasil survei Inventure-Alvara yang menunjukkan bahwa sebanyak 81,4% responden tertarik menonton konten original lokal dan 80% responden tertarik berlangganan over-the-top (OTT) lokal yang lebih banyak menyediakan konten lokal
Tak hanya itu saja, meningkatnya minat masyarakat terhadap konten lokal juga didukung dari animo masyarakat yang tinggi terhadap konten lokal yang baru muncul beberapa waktu lalu, yaitu Layangan Putus. Serial tersebut berhasil menjadi perbincangan masyarakat beberapa bulan belakangan.
Menurut Celerina Judisari, CEO PT Mahaka Global Media, Layangan Putus menyadarkan kita bahwa konten lokal sebenarnya bisa menggaet penonton. Hal ini disampaikan langsung dalam paparannya pada acara Indonesia Industry Outlook 2022.
Celerina menambahkan bahwa sebenarnya tidak ada pergeseran yang begitu besar mengenai selera masyarakat. Sebab, menurut data survei beberapa lembaga menunjukkan bahwa sebanyak 60% penonton bioskop di Indonesia memang menyukai konten lokal.
“Sekitar 60% penonton kita sebenarnya menikmati film yang bernuansa komedi, percintaan, horror, hingga action. Jadi, sebenarnya penonton lokal film-film kita ini tinggi sekali,” kata Celerina.
Menurutnya, kebangkitan konten lokal yang kembali menarik minat masyarakat ini dikarenakan dikemas dengan cara yang berbeda. Diantaranya adalah kemasan yang baru lewat layar OTT.
Celerina pun memaparkan ada satu waktu atau periode ketika beberapa Production House (PH) menganalisis dan mempelajari pasar. Salah satu output-nya adalah pasar saat ini lebih menyukai produk yang dikemas dengan gaya “korea”.
“Belakangan ini, pasar lebih menyukai produk yang dikemas dengan Korean style, baik dari segi angle, suasana dan kualitas. Hal itu dilakukan untuk menggaet penonton yang sebenarnya sudah ada di sana,” jelas Celerina.
Celerina optimis bahwa konten lokal masih bisa berjaya. Menurut Celerina, asalkan  mengikuti rumusan penonton industri media, konten lokal Indonesia akan bertahan, bahkan berkembang. Untuk itu, diperlukan perbaikan kualitas dari film itu sendiri.
“Kita bisa bersaing dengan film-film ataupun drama Korea. Kita bisa membuat film misalnya dengan style korea, tapi isinya berkarakter Indonesia. Saat ini produksi film masing kurang berkualitas. Harus ada kesatuan dari hulu ke hilir, dari seluruh stakeholder nya untuk bisa menjayakan kembali konten lokal,” pungkas Celerina.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related