Jadi Solusi Hyperlocal, GrabMaps Siap Beroperasi Pada Q3 Tahun 2022

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
09 Juni 2022
marketeers article
Ilustrasi GrabMaps yang disiapkan beroperasi pada Q3 tahun 2022. (FOTO: Grab Holding)
Grab Holdings mengumumkan teknologi pemetaan dan layanan berbasis lokasi GrabMaps yang siap beroperasi pada kuartal ketiga (Q3) tahun 2022 ini. Teknologi ini dikembangkan pada awalnya, sebagai jawaban atas kebutuhan setiap unit usaha operasi Grab pada tiap lokasi operasionalnya atau secara hyperlocal, khususnya, di negara dalam lingkup Asia Tenggara.
Dalam tahap awal layanan yang ditargetkan beroperasi pada Q3 Tahun 2022 nanti, GrabMaps akan melayani delapan negara yang menjadi wilayah operasional Grab. Namun, berdasarkan keterangan resmi pada Kamis (9/6/2022), layanan lokasi berbasis kecerdasan buatan itu telah diaktifkan dan tersedia di tujuh negara termasuk Indonesia.
“Grab mempunyai fokus untuk selalu melahirkan inovasi teknologi yang menjawab kebutuhan di setiap wilayah Asia Tenggara secara tepat, salah satunya melalui GrabMaps. Kami telah berinvestasi untuk mengubah kecerdasan ini menjadi sebuah keunggulan yang kompetitif, memungkinkan kami untuk melayani pelanggan dan mitra kami dengan pengalaman terbaik,” kata Ten Hooi Ling, Co-founder Grab, dalam pernyataan kepada awak media.
Ten mengungkap pengembangan teknologi GrabMaps yang didorong untuk beroperasi pada Q3 tahun 2022 nanti, berkontribusi pada efisiensi serta penghematan biaya bisnis. Dampak utamanya adalah pengurangan ongkos penggunaan teknologi pemetaan pada pihak ketiga. Selain itu, langkah pengembangan teknologi pemetaan ini selaras dengan visi membangun bisnis baru dalam bentuk Enterprise dan New Initiative.
Salah satu keuntungan yang diberikan oleh teknologi pemetaan GrabMaps, antara lain pencantuman jalan kecil dan gang sempit yang tidak muncul dalam peta konvensional. Selain itu, mitra dan konsumen platform layanan ride hailing dan pengiriman dimudahkan dengan berbagai penajaman fitur. Kemudahan itu terlihat dalam penentuan titik penjemputan, estimasi waktu perjalanan, hingga perencanaan rute dan biaya pengiriman.
Berdasarkan studi perbandingan kinerja GrabMaps sebelum beroperasi penuh pada Q3 tahun 2022 ini, Grab mencatat penurunan kesalahan hingga empat kali lebih rendah. Pada wilayah negara yang telah menggunakan layanan pemetaan GrabMaps, kemudahan menemukan titik penjemputan terkait pemesanan layanan transportasi meningkat sebesar 3% secara rata-rata.
Pengembangan layanan pemetaan GrabMaps sendiri diklaim mengutamakan prinsip berbasis komunitas, yang turut diharapkan menjadi keunggulan utama. Artinya solusi layanan pemetaan ini mengambil data baru dari jutaan pesanan dan perjalanan yang dilayani setiap hari. Hal itu termasuk adanya masukan informasi atau feedback dari mitra pengemudi dan pengguna, terkait kondisi jalan atau perubahan alamat bisnis secara langsung atau real time.
Layanan berbasis lokasi dari GrabMaps sendiri juga ditawarkan kepada perusahaan di sektor logistik, telekomunikasi, dan lembaga pemerintah. Grab menawarkan layanan solusi B2B tersebut dalam tiga jenis yakni Base Map Data, perangkat dan software untuk membuat peta, hingga application programming interface (API), dan mobile software development kits (SDKs).
Editor: Ranto Rajagukguk

Related