Jangan Langsung Tidur setelah Sahur! Ini 5 Bahayanya bagi Kesehatan

marketeers article
Ilustrasi tidur setelah sahur (Foto: 123rf)

Tidak sedikit orang yang langsung kembali tidur setelah menyantap sahur pada bulan Ramadan karena tak kuasa menahan kantuk. Kebiasaan tersebut sejatinya tidaklah baik bagi kesehatan, sebab bisa memicu berbagai penyakit.

Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah, dalam laman um-surabaya.ac.id. Kemungkinan munculnya penyakit ini berkaitan dengan kinerja sistem pencernaan, yang mana membutuhkan waktu tiga jam untuk mencerna makanan.

“Selama tidur, hampir seluruh fungsi tubuh berhenti bekerja sementara, kecuali jantung, otak, dan paru-paru sehingga makanan tak bisa dicerna jika langsung tidur,” tulisnya. 

Lantas, penyakit apa saja yang bisa muncul karena kebiasaan langsung tidur setelah sahur?

BACA JUGA: Mengenal Papiledema, Penyakit Mata yang Diidap Kurnia Meiga

Maag

Kebiasaan tidur setelah sahur dapat memicu naiknya asam lambung yang lantas menyebabkan maag. Ini karena sistem pencernaan tidak bekerja dengan optimal, mengingat lambung akan meningkatkan produksi asam lambung guna mempercepat proses pencernaan.

Heartburn

Tak hanya itu, saat tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung hingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke kerongkongan. Akibatnya, asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. 

Kondisi yang demikian disebut sebagai heartburn. Kondisi ini bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan, bahkan menimbulkan sendawa dan mengganggu tidur.

GERD

Selain menyebabkan masalah maag atau heartburn, kondisi naiknya asam lambung tersebut juga berpotensi berkembang menjadi gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung.

BACA JUGA: Selain Ikan Buntal, Ini 5 Jenis Ikan yang Bisa Jadi Racun untuk Tubuh

GERD terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik hingga ke kerongkongan. Kondisi ini sendiri merupakan kelanjutan dari asam lambung naik.

Sembelit

Idealnya, sistem pencernaan memerlukan waktu dua jam untuk mencerna makanan sampai lambung menjadi kosong. Namun, kebiasaan tidur setelah sahur dapat memperlambat proses tersebut.

Hal itu karena usus akan menyerap banyak cairan dari feses, sehingga membuat feses jadi kering dan padat. Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna ini pun bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Serangan Jantung dan Stroke

Tak hanya gangguan pencernaan, tidur setelah sahur juga bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. Sebab, kebiasaan ini membuat sistem pencernaan sulit mencerna makanan, sehingga lambung membutuhkan asupan darah lebih banyak. 

Suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut itu menyebabkan otak kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mengakibatkan stroke. 

Selain itu, langsung tidur usai mengonsumsi makanan berat bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Jika tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu lama, maka akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular. 

Di antaranya, jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS