Jokowi Beberkan Potensi Ekonomi Digital Rp 11.250 Triliun pada 2030

marketeers article
Pidato Presiden Joko Widodo sebelum bertolak ke Belgia. Sumber gambar: Biro Pers Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan potensi ekonomi digital Indonesia bisa mencapai US$ 720 miliar atau setara Rp 11.250 triliun pada tahun 2030. Nilai tersebut didapatkan apabila Digital Economy Framework Agreement di Asia Tenggara (ASEAN) bisa diselesaikan negosiasinya pada tahun 2025.

Jokowi mengatakan nilai ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2020 sebesar US$ 44 miliar. Kemudian meningkat pada tahun 2022 sebesar US$ 77 miliar.

Lalu, nilainya diproyeksikan terus meningkat mencapai US$ 146 miliar pada tahun 2025. Tanpa adanya perjanjian tersebut, maka potensinya hanya US$ 360 miliar pada tahun 2030.

BACA JUGA: Ekonomi Digital Lampaui US$ 124 Miliar, PDG Luncurkan Pusat Data

“Kita harus melindungi kedaulatan digital dan betul-betul kita pertahankan yang namanya kandungan lokal, barang lokal. Kalau tidak bisa 100% barang kita, ya paling tidak 90% atau 80% kandungan lokalnya. Jaga betul yang namanya aset digital, data, informasi, akses pasar, semuanya,” ujar Jokowi melalui keterangannya, Kamis (5/10/2023).

Selain membutuhkan regulasi, untuk menangkap peluang tersebut pemerintah perlu menyiapkan talenta-talenta digital. Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam ekonomi digital.

BACA JUGA: Bidik Potensi Ekonomi Digital US$ 8 Miliar, Amvesindo Luncurkan Logo Baru

Jokowi menyebut saat ini ada 123 juta konsumen di pasar digital. Kendati demikian, 90% barang yang dijual adalah produk impor dengan harga murah sehingga mematikan bisnis lokal yang mayoritas dilakoni oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM).

“Artinya di situ ada predatory pricing, sudah mulai bakar uang yang penting menguasai data, menguasai perilaku. Ini semua kita harus mengerti mengenai ini,” ujarnya.

Kepala negara mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terkena penjajahan modern melalui penguasaan ekonomi. Produk Indonesia, kata Jokowi, harus menguasai pasar dalam negeri dan bahkan luar negeri.

“Syukur kita bisa masuk ekspor ke negara-negara, tidak usah jauh-jauh, di ASEAN dulu kita kuasai. Jangan sampai terlena, dalam hitungan bulan, tidak mau saya terkena penjajahan era modern. Jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini. Kita enggak sadar, tahu-tahu kita sudah dijajah secara ekonomi,” tutur Jokowi.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS