Jusuf Kalla: Merek Mobil Asing Masih Kuat di Pasar Otomotif Tanah Air

marketeers article
Jusuf Kalla, Merek Mobil Asing Masih Kuat di Pasar Otomotif Tanah Air. (FOTO: Marketeers/Vedhit)

Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), mengevaluasi perkembangan industri otomotif Indonesia, menyatakan kekhawatiran bahwa industri tersebut belum mengalami perkembangan yang signifikan. Dalam pandangannya, dominasi merek mobil asing masih tampak kuat di pasar otomotif Tanah Air.

Dalam konferensi pers Economix bertajuk “Global Economic Challenges” di Universitas Indonesia, Senin (27/11/2023), JK menyatakan pentingnya kerja sama antara pengusaha dan generasi muda dengan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, kolaborasi yang kuat dan semangat kerja sama yang baik antara sektor industri dan anak muda perlu ditingkatkan.

“Kita perlu kerja sama betul yang baik, semangat yang baik antara pengusaha dan anak muda, dengan kemampuan sendiri. Jadi, jangan hanya bicara saja,” kata Jusuf Kalla, Senin (27/11/2023).

Salah satu poin kritis yang JK soroti adalah penguasaan teknologi sebagai kunci utama untuk mencapai status sebagai negara maju. Menurutnya, menguasai teknologi menjadi fondasi penting yang akan menghasilkan efisiensi, mendorong perkembangan industri dalam negeri.

BACA JUGA: Huawei Cloud Dipilih sebagai Provider Fix-Mobile Convergence Telkomsel

“Mobil bisa mengadopsi teknologi dari luar, tapi kita harus melaksanakannya, tanpa ada pembohongan,” ujar JK.

JK memberikan contoh beberapa negara tetangga di ASEAN yang telah berhasil memproduksi mobil dengan merek mereka sendiri, seperti China, Vietnam, dan Malaysia. Pada pandangan JK, Indonesia seharusnya bisa mencapai hal serupa.

“Kalau Vietnam bisa, masa kita tidak bisa? Banyak negara sudah memiliki mobil dengan merek sendiri. China, misalnya, dulu belum memiliki merek mobil sendiri, sekarang mampu memproduksi 25 juta mobil setiap tahunnya,” jelas JK.

Dalam konteks ini, JK juga menyampaikan bahwa Vietnam sudah berhasil memiliki mobil listrik untuk pasar domestik, sementara Indonesia masih mengandalkan impor, khususnya dari merek Hyundai.

BACA JUGA: Tahun Depan, Hyundai Mulai Jual Mobil lewat Amazon

“Pada kunjungan saya ke Vietnam, mereka sudah memiliki mobil listrik untuk pasar dalam negeri, sementara kita masih mengandalkan impor, terutama dari merek Hyundai,” tutupnya.

Pandangan JK ini memberikan sorotan pada pentingnya pengembangan industri otomotif Indonesia, yang tidak hanya sebatas penjualan merek asing tetapi juga melibatkan produksi mobil dengan merek lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian teknologi.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS